Mari Membuat Game

Pemrograman Game

Ketentuan pertama yang anda perlu ingat: GAME MEMANG DIBUAT DENGAN PROGRAM. Jadi pemrograman memang esensi dasar dari semua game. Tanpa program, game hanya seperti gambar statis. Seperti sebuah karya yang tidak interaktif. Sebuah game tidak akan dikatakan game (dalam konteks teknologi) bila tidak dibuat dengan program. Ingat, kita bicara tentang game yang dibuat dengan program walaupun digunakan diberbagai platform seperti console, pc dan web misalnya.

Bila ditilik dari sudut sejarah, bahkan game pada masa awal dibuat dengan bahasa kuno seperti basic. Sampai sekarang pun bahasa ini masih digunakan. Contohnya seperti Dark Basic dan Blitz. Search melalui google dan temukan informasi mengenai bahasa ini. Bahasa-bahasa lain juga bisa membuat game. Pascal, Delphi juga tidak terkecuali. Bisa dikatakan banyak bahasa pemrograman bisa membuat basic. Sayangnya saya tidak bisa mendapatkan bukti bahwa COBOL bisa membuat game. Bila anda bisa membuktikannya, maka lengkaplah sudah pencarian saya bahwa semua pemrograman bisa membuat game. Jadi dari sini kita berangkat kepada asumsi semua bahasa pemrograman bisa membuat game. Lalu tujuan pembahasan ini apa? Semuanya memang bisa, tetapi ada batasan yang muncul dari masing-masing game yang ingin dibuat.

Kemampuan masing-masing bahasa pemrograman memang berbeda karena tujuan dan orientasinya beda dan terkadang tidak berkaitan sama sekali.

Pilihan Bahasa Pemrograman

Bahasa mana yang sesuai untuk membuat game? Walaupun sebenarnya game bisa dibuat oleh banyak bahasa, tapi ada beberapa bahasa yang memang sudah umum dan teruji digunakan dalam membuat game. Seperti C++ dan Flash. Ditilik dari kemampuan, keduanya memang sangat berbeda dan tujuan penggunaannya pun berbeda pula. Tapi kedua bahasa ini sangat umum digunakan sekarang untuk membuat game. Kita tidak membahas siapa yang lebih baik disini karena seperti yang dikatakan sebelumnya, keduanya tidak berkaitan sama sekali bila dilihat dari tujuan penggunaannya. Tapi bukti dilapangan menjelaskan bahwa game komersil sekarang ini umum dibuat dengan C++. Sementara hampir semua game casual dan berbasis web menggunakan Flash. Sebaliknya apakah tidak ada game online berbasis C++ dan game biasa berbasis Flash? Ada, hanya saja umumnya keduanya mempunyai pangsa pasar dan area khusus yang tersendiri pula. Nah, anda sebagai pemula memilih mana? Apakah hanya ada 2 pilihan itu saja dari sudut kepopuleran dan pilihan pangsa pasar? Tidak juga. Anda masih bisa memilih bahasa lain, seperti Darkbasic, Blitz, Lite-C untuk 3DGamestudio, LUA, Phyton, C#, dan bahasa lain yang berorientasi untuk game.

Arah Pengembangan

Sebagai pemula, anda harus tahu arah penggunaan bahasa dan pangsa pasar game dari awal. Apakah flash bisa membuat game online? Tentu saja, contohnya seperti Smartfoxserver. Dengan software ini, anda menggunakan actionscript untuk membuat game online (multiplayer). Keterbatasan flash yang dulunya ditujukan untuk animasi web sudah berkembang. Tidak hanya itu, flash juga sudah digunakan sebagai alternatif membuat software untuk mobile application. Flashlite sebagai contoh digunakan untuk membuat game di HP. Jadi anda sebaiknya tahu kemana arah pengembangan game anda dimasa depan. Setidaknya untuk pijakan awal anda. Bila anda berorientasi game berat yang bermain di console atau di platform PC maka C++ dan sejenisnya bisa anda pilih. Bila anda berpatokan kepada software maka jenis Lite-C anda pilih untuk software 3DGamestudio. Anda pilih BASIC untuk Darkbasic dan Blitz. Anda pilih Phyton atau LUA untuk jenis software lain. Tergantung kepada jenis pengembangan anda. Selain itu anda juga bisa memilih platform baru seperti XNA yang menggunakan C#. Masalahnya adalah lebih kepada sarana belajar anda saat ini. C++ sudah banyak tersedia di kasanah pustaka Indonesia. Sementara Flash dan C# masih baru dan terbatas, jadi anda harus mencarinya di internet. Masalah-masalah seperti itu lebih riil dibanding membandingkan kemampuan bahasa pemrograman.

Orientasi dan Tujuan Anda

Hal ini tidak terlepas dengan pilihan bahasa pemrograman itu sendiri. Anda bisa jadi serius dengan game development tetapi memiliki keterbatasan tertentu seperti pendidikan dasar dan skill yang dimiliki saat ini. Banyak pemula yang memaksakan diri mempelajari C++ padahal kemampuan seni atau artnya sangat kental. Secara pribadi, saya tidak melarang anda belajar C++ tapi anda harus tahu dimana kekuatan anda sebenarnya. Game development sangat kompleks dan pemain pemula harus bisa fokus dengan kekuatannya. Jadi tidak ada salahnya jika anda mempelajari orientasi anda kemana dulu. Apakah serius atau tidak. Saya tidak mengatakan bahwa tidak serius berarti anda hanya sekedar belajar tanpa pernah membuat game, tetapi membuat game itu membutuhkan keseriusan dan fokus yang cukup menyita perhatian. Jadi bila anda tidak tahu orientasi anda maka waktu akan tersita dengan percuma. Belajar satu bahasa pemrograman memakan waktu yang tidak sedikit dan anda akan menggunakan waktu yang lebih banyak lagi untuk mencari pengalaman. Jadi tentukan orientasi anda dalam mempelajari bahasa pemrograman dan sesuaikan dengan tujuan anda.

Referensi :

Advertisements

Published by

jarcode

hello I am jarcode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s