(BB10) Membuat App Android Menjadi Aplikasi BB 10

Conver

Berita ini kemaren sudah kita singgung – singgung, kali ini kita akan langsung mencoba bagaimana membuat 1 aplikasi dan bisa berjalan di 2 platform yang berbeda, menggunakan bahasa java dan java, android gitu…. tidak ada tools tambahan untuk menjadikan aplikasi bb 10, teman -teman hanya harus selesai melewati langkah demi langkah pada postingan sebelumnya, bila semuanya sudah terlewati, teman – teman langsung bisa membuat aplikasi BB 10 untuk teman atau rekan sekalian, untuk medaftar sebagai developer dan mengupload aplikasi tersebut teman – teman tinggal datang aja ke https://appworld.blackberry.com/ jangan ragu – ragu lagi, buruan daftar dan langsung upload aplikasi teman – teman…

1. Buka Eclipse

2. Open Project teman teman

3. Klik kanan pada project teman teman dan pilih Blackberry tools – add blackberry nature project

sehingga gambarnya seperti di bawah ini
as

4. Jalankan terlebih dahulu dengan klik kanan pada project dan run as – Blackberry android launch

5. Setelah bisa berjalan di emulator tinggal memverivikasi , klik kanan project pilih Blackberry tools – Verify APK dan tunggu proses selesai..

2

6. Dan bisa di lihat hasilnya berada pada bin dan berformat .wrn

asd

Advertisements

BroadcastReceiver

Sedikit memberi pengalaman dalam beberapa pembaca, saya sering sekali yang namanya membaca ebook luar seperti ebook Android Beggginer dan sebagainya yang pastinya berbahasa inggris, ini sering sekali saya alami pada pengelolahan kata dan pengartian defenisi dalam sebuah kalimat, sehingga point tertentu sering kita dapatkan, BroadcastReceiver merupakan suatu deklarasi global dimana ada dua suku kata, yang pertama Broadcast yang mengartikan seluruh data di sebarkan dan dapat di gunakan di fungsi lain atau class lain, sedangkan Receiver merupakan penerima. jadi dengan itu kita paham apa itu BroadcasReceiver…. ini merupakan pengalam saya, karena mungkin dari beberapa teman – teman yang sering membaca buku bahasa inggris pasti sering mengalami apa yang saya alami, di bawah ini merupakan contoh dimana deklarasi itu dikatakan BroadcastReveicer…
2

Catatan : Dalam memberikan point – point tertentu dalam sebuah kasus sangatlah harus mengerti beberapa arti suku kata tersebut

Referensi : Buku Manning Android in Action 3rd

ContenProvider

Jika aplikasi mengelola data dan kebutuhan untuk mengekspos bahwa data ke aplikasi lain berjalan di lingkungan Android, Anda harus mempertimbangkan ContentProvider. Jika komponen aplikasi (Activity, Service, atau BroadcastReceiver) kebutuhan untuk mengakses data dari aplikasi lain, komponen mengakses aplikasi lainnya ContentProvider. The ContentProvider menerapkan satu set standar metode untuk memungkinkan aplikasi untuk mengakses menyimpan data. Akses mungkin untuk membaca atau menulis operasi, atau untuk keduanya. Sebuah ContentProvider dapat menyediakan data untuk Kegiatan atau Layanan dalam aplikasi yang mengandung sama, serta ke Activity atau Layanan terkandung
dalam aplikasi lain. Sebuah ContentProvider dapat menggunakan bentuk data-mekanisme penyimpanan yang tersedia pada Platform Android, termasuk file, database SQLite, atau bahkan hash memori berbasis peta jika data ketekunan tidak diperlukan. The ContentProvider adalah lapisan data yang menyediakan
Data abstraksi untuk klien dan penyimpanan sentralisasi dan rutinitas pengambilan dalam tunggal tempat. Berbagi file atau database secara langsung tidak disarankan pada platform Android, dan ditegakkan oleh sistem keamanan Linux yang mendasari, yang mencegah ad hoc akses file dari satu ruang aplikasi yang lain tanpa izin eksplisit diberikan. Data yang tersimpan dalam ContentProvider dapat data tradisional jenis, seperti bilangan bulat dan
string. Penyedia konten juga dapat mengelola data biner, seperti data citra. ketika Data biner diambil, praktek terbaik yang disarankan adalah untuk mengembalikan string yang mewakili nama file yang berisi data biner. Jika nama file dikembalikan sebagai bagian dari ContentProvider permintaan, aplikasi tidak harus mengakses file secara langsung, Anda harus
Capture

menggunakan kelas pembantu, metode openInputStream ContentResolver, untuk mengakses Data biner. Pendekatan ini menavigasi proses Linux dan rintangan keamanan, serta membuat semua akses data normal melalui ContentProvider. Gambar 1,5 garis hubungan antara ContentProviders, menyimpan data, dan klien mereka. Data Sebuah ContentProvider yang diakses oleh sebuah aplikasi Android melalui suatu Konten URI. Sebuah ContentProvider mendefinisikan URI ini sebagai final String public static. untuk Sebagai contoh, aplikasi mungkin memiliki menyimpan data mengelola lembar data keamanan bahan. URI Konten untuk ContentProvider ini mungkin terlihat seperti ini: Uri public static final CONTENT_URI = Uri.parse (“konten :/ / com.msi.manning.provider.unlockingandroid / lembar data”); Dari titik ini, mengakses ContentProvider mirip dengan menggunakan Structured Query Language (SQL) di platform lain, meskipun pernyataan SQL lengkap tidak dipekerjakan. Sebuah permintaan yang disampaikan kepada ContentProvider, termasuk kolom
diinginkan dan opsional mana dan Order By klausa. Mirip dengan query parameter dalam SQL tradisional, substitusi parameter juga didukung ketika bekerja dengan ContentProvider kelas. Di mana hasil dari query pergi? Dalam kelas kursor, alami. Kami akan memberikan contoh ContentProvider rinci dalam bab 5.

CATATAN Dalam banyak hal, ContentProvider bertindak seperti server database.
Meskipun aplikasi bisa berisi hanya ContentProvider dan esensi menjadi server database, ContentProvider biasanya komponen dari Android aplikasi yang lebih besar yang host setidaknya satu Kegiatan, Layanan, atau BroadcastReceiver.

Referensi : Buku Manning . Android ic Action 3rd

(BB10) Cara Menjalankan Emulator BB 10

Salam semangat, sebelunya saya minta maaf karena postingan ini gak nyambung, karena di postingan sebelumnya udah sampe configurasu csl, seharusnya ini dulu yang di bahas, tapi gak papa nanti banyak yang comment, untuk postingan kali ini kita akan mencoba menjalankan emulator BB 10, sama dengan emulator windows phone untuk spesifiknya, dari semua itu ada beberapa yang harus di penuhi…

1. Emulator BB 10 bisa download di https://developer.blackberry.com/html5/download/#blackberry10

2. VMware versi baru kalau bisa

karena setelah teman teman mendownload Emulator, emulator itu akan menjadi sebuah pecahan virtual dengan format punya nya vmware.

mungkin itu saja yang di butuhkan, kita akan langsung mencoba Emulator tersebut…

1. Install Emulator BB 10 dan letakkan di directory yang mudah di ingat

2. setelah proses instalasi selesai, Instal Juga VMware

3. setelah proses instalasi selesai, buka vmware

4. Open VMware dan tujukan pada file emulator yang baru saja di install

5. Run dan hasilnya

1

(BB10) Configurasi csj BB 10 pada Blackberry 10

Salam semangat Android devepoloper, masih di postingan sebelumnya kali ini kita akan mengkofigurasi cfl, karena kita hanya menggunakan project android yang sudah di build, jadi tidak sedikit menyusahkan teman – teman, konfigurasi ini akan menggunakan beberapa tools yang sudah di tentukan dari pihak RIM… jadi setelah selesain instalasi plugin kita langsung konfigurasi saja… untuk tools yang di perlukan ..

CSL itu sendiri merupakan sebuah data yang berisi informasi developer, yang di gunakan untuk membuat hak cipta aplikasi yang di buat, sehingga teman – teman harus mendaftar terlebih dahulu….

1. Emulator BB 10 / device BB 10 download disini

2. VMware

3. csl dari RIM

itu saja yang wajib di gunakan, kali ini kita langsung saja ke tahap setinggannya…

1. Buka Eclipse IDE

2. Menu Windows – Preferences

pilih Blackberry dan masuk ke bar signer, dan klik bagian BlackBerry deployment setup wizard

5

3. Jalankan Emulator Blackberry 10

1

4. Next dan akan sampai ke BB Device

itu akan otomatis mencari dimaan device yang aktif
2

5. Masukkan csl informasi tersebut

3

6. Finish

(BB10) Install Plugin Blackberry 10 developer di eclipse android SDK

Salam Luar biasa, kali ini kita akan beralih kembali, masih dalam dunia micro, kali ini kita akan bermain dengan Besutan RIM yang terbaru Blackberry 10, Pada tanggal 30 Januari 2013 malam ini, BB 10 secara resmi di perkenalkan dan langsung merilis Smartphone nya, insya allah teman – teman yang akan mencoba menjadi developer BB 10 ini akan selalu mendapat event, karena dalam waktu dekat ini BB 10 mencari 1000 developer di seluruh dunia, termasuk indonesia. Pada tanggal 2 Februari 2013, ada acara di ITB yang mengenai BB 10 yang pastinya Developer, tema acara itu Pelatihan Developer BB 10 yang di selenggarakan Di riset BB ITB dan acara itu langsung di selenggarakan oleh RIM, bila teman – teman mengikuti acara itu akan mendapatkan sertifikat langsung dari BB 10, acara itu di selenggarakan selama 2 bulan dan dalam satu minggu akan bertemu 1 kali, info ini saya berikan karena pastinya BB atau RIM selalu mencari developer BB di seluruh dunia yang, jangan pernah bosan dengan apa yang ada dapat, karena langit masih ada langit…

kali ini kita akan langsung menjadi developer BB 10, tema postingan saya kali ini yaitu cara instalasi BB 10 pada eclipse, nah disini keseruan teman – teman, plugin ini merupakan plugin yang keren abis, karena teman teman tidak susah – susah lagi untuk membuat aplikasi, bila teman teman sudah ada aplikasi android, teman teman akan langsung bisa mengubah app itu menjadi app BB 10, keren kan…. luar biasa…

kita langsung ke TKP…
If you are using a Mac, download Eclipse for Mac OS X (Cocoa 32).

Install the Android SDK

The command line and plug-in repackaging tools require that you have the Android SDK installed on your computer. If you don’t have the Android SDK on your computer, you must install it.

To download the Android SDK, visit http://developer.android.com/sdk/index.html
If you downloaded the exe file, run it and follow the setup instructions provided, remembering the install location. When using the plug-in repackaging tool you must reference the path to this folder. To simplify this path reference, define an environment variable for the installation folder. On the final dialog of the setup tool, select Start SDK Manager and click finish. Then move on to step 5.
If you downloaded a zip version of the SDK, extract the file to your preferred location. The folder that you extract the contents of the .zip file to is the Android SDK installation folder. When using the plug-in repackaging tool you must reference the path to this folder. To simplify this path reference, define an environment variable for the installation folder.
Open the Android SDK Manager. In the Android SDK installation folder, run the android-sdk-windows/SDK Manager.exe file.
In the Android SDK Manager, in the Packages section, select the following:
Android SDK platform-tools
SDK platform Android 2.3.3, API 10
Click Install Selected and accept any license agreements to install the selected packages.
Restart your computer.
Install the ADT Plug-in for Eclipse

To install the ADT plug-in, visit: http://developer.android.com/sdk/installing/installing-adt.html.

Install the BlackBerry Plug-in for Android Development Tools

Before you begin, make sure you have installed Eclipse 3.8

In Eclipse, on the Help menu, click Install New Software > Add.
In the Name field, enter a name for the plug-in.
In the the Location field, enter the URL of the update site for the plug-in. The URL of the update site is http://bdsc.webapps.blackberry.com/android/downloads/eclipseplugin/.
Click OK.
In the Install window, in the Name field, select the BlackBerry Plug-in for Android Apps check box, and also select the check boxes for the items under it.
If you are using the beta update site and do not have the ADT Plug-in, the newest version will be installed at this time as well.
Click Next.
Complete the instructions in the Review Licenses window. Click Finish.
After you install the plug-in, you should verify that the installation correctly located the Android SDK in the plug-in preferences. To verify the location, in Eclipse, on the Window menu, click Preferences > Android and ensure the path in the SDK location field matches the location of your installation folder.

After confirming the filepath, you should also verify that the SDK Platform Android 2.3.3, API 10 was installed correctly in Eclipse. To verify and download if necessary, on the Window menu, click Android SDK Manager and look in the Packages section and ensure that the status of SDK Platform Android 2.3.3, API 10 displays as Installed.

(Android)Membuat Natification

Salam olah raga, kok olah raga….

karena kalau kita sebelum bermain dengan code, sebaiknya fresh terlebih dahulu… karena dengan pikiran dan jiwa yang fresh kita semua itu akan berjalan dengan lancar, kali ini masih bermain dengan Robot hijau, kita akan membuat natification sederhana… langsung ke lebar hijau android…

1. Create Project dengan nama Natification

2. Buka file main.xml

disini kita hanya menggunakan actifitas button..

 <RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    tools:context=".MainActivity" >

    <Button
        android:id="@+id/button1"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="match_parent"
        android:onClick="createNotification"
        android:text="Create Notification" >
    </Button>

</RelativeLayout>

3. Create File XML dengan nama result.xml

disini kita hanya menggunakan TextView untuk mengambil pesan yang akan di keluarkan..

 <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent" >

    <TextView
        android:id="@+id/textView1"
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="This is the result activity opened from the notification" >
    </TextView>

</LinearLayout> 

4. Create Class dengan nama NatificationReceiver

 package com.example.natification;

import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;

public class NotificationReceiver extends Activity{
	@Override
	  protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
	    super.onCreate(savedInstanceState);
	    setContentView(R.layout.result);
	  }
}

5. Buka file main.java

kita disini hanya membuat method untuk mengambil data dari class sebelumnya..

 package com.example.natification;

import android.os.Bundle;
import android.app.Activity;
import android.view.Menu;
import android.app.Activity;
import android.app.Notification;
import android.app.NotificationManager;
import android.app.PendingIntent;
import android.content.Intent;
import android.os.Bundle;
import android.view.View;
public class MainActivity extends Activity {

	@Override
	protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
		super.onCreate(savedInstanceState);
		setContentView(R.layout.activity_main);
	}

	@Override
	public boolean onCreateOptionsMenu(Menu menu) {
		// Inflate the menu; this adds items to the action bar if it is present.
		getMenuInflater().inflate(R.menu.activity_main, menu);
		return true;
	}
	 public void createNotification(View view) {
		    NotificationManager notificationManager = (NotificationManager) 
		          getSystemService(NOTIFICATION_SERVICE);
		    Notification notification = new Notification(R.drawable.ic_launcher,
		        "A new notification", System.currentTimeMillis());
		    // Hide the notification after its selected
		    notification.flags |= Notification.FLAG_AUTO_CANCEL;

		    Intent intent = new Intent(this, NotificationReceiver.class);
		    PendingIntent activity = PendingIntent.getActivity(this, 0, intent, 0);
		    notification.setLatestEventInfo(this, "This is the title",
		        "This is the text", activity);
		    notification.number += 1;
		    notificationManager.notify(0, notification);

		  }
}

6. Run dan hasilnya..

Capture