(Java)Include Model XML dalam code Jmonkey

Makin lama makin penasaran kan dengan kehidupan, ane sebelum tidur membayangkan seperti di dunia doraemon, itu kenyataan teknologi yang akan di pasti di kembangkan dan pasti kenyataannta nyata, di abad 21 teknologi yang di buat makin tidak terfikirkan dengan otak kiri, terutama pada perusahaan yang kini makin menebarkan sayapnya untuk membuat gebrakan luar biasa, saya sangat kagum dengan team google yang di buat, setiap tahun selalu ada tema baru yang di buat untuk di nikmati pecinta teknologi, sangat bersyukur para developer yang mengikuti kegiatan google atau developer yang ikut mengembangkan teknologi itu, sehingga teknologi yang dibuat makin menuju titik puncak ke berhasilan sebuah aplikasi atau alat hardware yang di kembangkan teman-teman.

Ane udah obrak-abrik SDK jMonkey, ternyata plugin yang di buat di lakukan untuk mempermudah para developer untuk membuat sebuah aplikasi atau rekayasa kecerdasan, untuk tema kali ini ane akan membagikan bagaimana menginclude model yang dibuat di suatu engine model seperti Blender, Maya, 3D Max. sebenarnya kita bisa untuk membuat sebuah model dalam code jMonkey dalam bentuk package, tetapi menurut ana lebih di mudahkan untuk membuat suatu model dalam engine terpisah, karena kita hanya membuat model seperti kita membuat gambar 2D atau 3D dalam kanvas.

Model yang dapat diterima oleh jMonkey ada beberapa format ada seperti XML, Obj. tapi kali ini kita mencoba menginclude model XML , sama seperti kita menginclude image di sebuah frame, XML ini ane dapatkan di sebuah situs, karena ane belum sempat untuk belajar memebuat model dengan engine yang ane kuasai, semoga dengan waktu dekat ini ane dapat memberikan postingan engine game yang ane buat, dan semoga dengan ane belajar jMonkey dapat membuat sebuah aplikasi atau game full dan pasti ane share di blog ini.

File XML dapat di untuh disini

Create project dengan nama Model XML

Masukkan file XML dalam assets Model

model aseet

Buka file main.java

 package mygame;

import com.jme3.app.SimpleApplication;
import com.jme3.light.DirectionalLight;
import com.jme3.material.Material;
import com.jme3.math.ColorRGBA;
import com.jme3.math.Vector3f;
import com.jme3.renderer.RenderManager;
import com.jme3.scene.Geometry;
import com.jme3.scene.Spatial;
import com.jme3.scene.shape.Box;

/**
 * test
 * @author normenhansen
 */
public class Main extends SimpleApplication {

    public static void main(String[] args) {
        Main app = new Main();
        app.start();
    }

    @Override
    public void simpleInitApp() {
        Spatial ninja = assetManager.loadModel("Models/level.mesh.xml");
        ninja.scale(0.05f, 0.05f, 0.05f);
        ninja.rotate(0.0f, -3.0f, 0.0f);
        ninja.setLocalTranslation(0.0f, -5.0f, -2.0f);
        rootNode.attachChild(ninja);
        // You must add a light to make the model visible
        DirectionalLight sun = new DirectionalLight();
        sun.setDirection(new Vector3f(-0.1f, -0.7f, -1.0f));
        rootNode.addLight(sun);
    }

    @Override
    public void simpleUpdate(float tpf) {
        //TODO: add update code
    }

    @Override
    public void simpleRender(RenderManager rm) {
        //TODO: add render code
    }
}

Run

Model Finish

Published by

jarcode

hello I am jarcode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s