(Android,iPhone,Blackberry,WIndows Phone 8) Membuat Aplikasi Mobile dengan Titanium SDK Platform Java Script

Salam super….

Kemaren ane sudah posting masalah Framework yang dapat berjalan di semua device mobile, apa itu ? Cordova – Phone Gap. benar sekali, konsepnya sama dengan cordova phonegap kemaren, tetapi menurut ane lebih di mudahkan untuk membuat aplikasi di Titanium SDK ini, karena semua nya tinggal Drag and Drop Feature, tidak seperti di Cordova yang harus memasukkan permmisson terlebih dahulu bila ingin menggunakan feature tersebut.

TITANIUM SDK

The Titanium SDK provides community developers with an unmatched ability to create quality native, mobile web or rich hybrid applications to all platforms from a single code base, using JavaScript. With over 5,000 APIs, Titanium allows you to deliver an immersive user experience at a fraction of the time compared with traditional native platforms, and without compromise.
The Titanium SDK is an open source SDK with more than 478,101 community developers contributing constantly to further enhance and extend it. Independent developers, ISVs, and partners can create Modules to extend the SDK with mobile user interface controls, access to 3rd party services, and leverage any native platform API.http://www.appcelerator.com/

titanium

tdfdsfd

asdas

(Mobile)Membuat desain aplikasi dengan MobiOne Multi Platform

Salam Sehat…

Alhamdulilah besok ane sudah mulai ujian UAS di semester 6, 2 minggu untuk masa ujian di semester 6, dan setelah itu ane pulang kampung untuk merayakan hari raya idul fitri di kampung.

MobiOne merupakan sebuah Tools yang digunakan untuk membuat desain tampilan dalam sebuah aplikasi di mobile, banyak keuntungan membuat desain di Mobi One, seperti :

– Mudah digunakan karena Drag – Drop komponen
– Dapat menggunakan sintak XML untuk desain
– Build ke Iphone dan Android
– Import file desain XML ke android SDK atau Xcode Iphone SDK

di bawah ini merupakan tampilan pada Mobi One.

Mobi One

sdk-interaction

(Buku)Membuat aplikasi multi platform menggunakan phonegap Cordova

as

Salam super, bertambah lagi koleksi buku ane, buku kemaren alhamdulilah sudah gak ada stok lagi, alias gak produksi lagi, insya allah buku yang sebelumnya bila dari pihak agan agan menginginkan akan saya cetakkan dan saya kirim secara langsung, karena buku sebelumnya hanya ane masukkan di nulisbuku.com.

Buku ini ane buat di tujukan kepada pengembang aplikasi berbasis web, sehingga pengembang dapat membuat aplikasi desktop yang berjalan di platform yang di inginkan, tema dari buku ini merupakan tema yang tidak terlalu aneh, jika ada pihak dari agan yang memiliki ide ane persilakan untuk memberi masukan di email.

Phonegap merupakan sebuah platform yang dibuat untuk mendukung semua device yang ada, untuk basic nya, phone gap merupakan platform berbasis HTML5, sebelumnya ane pernah posting dimana banyak sekali platform yang dibuat oleh pengembang untuk membuat aplikasi menggunakan HTML 5 atau bahasa web lainnya.

(Android,Windows Phone, Blackbarry, Tizen, Windows 8, Web OS, iOS)PhoneGap Cardova untuk pengembang Web Programming untuk aplikasi Mobile

Screenshot - 07012013 - 08:10:51 AM
Salam Gan – Agan, saya pagi ini tanggal 1 Juli 2013 banyak membaca berita dari web site yang menyediakan layanan berita, terutama sport dan technologi, kemenangan pertama rossi di ajang moto gp 2013 di sirkuit Assen memberikan kepuasan kepada penggemarnya, terutama ane yang dari sejak kecil sudah mengenal rossi lewat cara dia melewati rintangan dari start hingga finish, untuk dunia sepak bola, brazil menjadi juara di ajak confederasi dan spanyol hanya puas di juara 2 dan itali menghuni juara 3, kalo di lihat dari semua 3 negara itu, menurut ane patut untuk di berikan kepuasan tersendiri untuk pencita sepak bola. sedangkan di techno ane tidak menemukan berita yang membuat syaraf sebelah kiri dan kanan tersentuh.

Phone Gap merupakan semua layanan yang di berikan untuk pengembang web, tujuannya dapat membuat aplikasi menggunakan bahasa web seperti html 5, css, java script, jqueri, phone gap merupakan platform HTML 5 dan banyak mendukung platform lain agar dapat berjalan di beberapa platform yang mendukung, Phone gap mensupport banyak platform seperti :
Screenshot - 07012013 - 08:10:31 AM

– Android
– Blackberry dan Blackberry 10
– iOS
– Symbian
– Bada
– Windows Phone 7
– Windows Phone 8
– WIndows 8
– Web OS
– Tizen OS (Paling seruuu)

dengan beberapa platform yang dapat dibuat, ane sudah menggunakan atau mencoba di platform android, BB 10, Windows phone 7 dan 8, dan yang paling seru pada saat saya mencoba di platform Tizen OS, kenapa ane bilang seru ?, karena Platform phonegap dibuat dengan html5 dan tizen OS juga platform HTML5 sehingga keterhubungan kedua platform tersebut sangat cocok, karena isu isu dari beberapa berita yang saya baca, samsung sudah membuat kerjasama dengan linux confederation untuk mengembangkan Tizen OS di device mereka, yang jadi pertanyaan apakah Tizen OS akan menggantikan Android, kita lihat beberapa tahun kedepan.

Dibawah ini merupakan percobaan saya yang telah saya lakukan :

cordova tizenTIZEN OS

Screenshot - 07012013 - 08:05:56 AMAndroid

Screenshot - 07012013 - 08:05:56 AMBlackberry 10

(Parsing) DOM VS SAX

Simple API for XML Parsing (SAX) dan Document Object Model (DOM)

Both SAX and DOM are used to parse the XML document. Both has advantages and disadvantages and can be used in our programming depending on the situation.

SAX:

  • Parses node by node
    Doesn’t store the XML in memory
    We cant insert or delete a node
    SAX is an event based parser
    SAX is a Simple API for XML
    doesn’t preserve comments
    SAX generally runs a little faster than DOM
  • Figure2

DOM:

  • Stores the entire XML document into memory before processing
    Occupies more memory
    We can insert or delete nodes
    Traverse in any direction.
    DOM is a tree model parser
    Document Object Model (DOM) API
    Preserves comments
    SAX generally runs a little faster than DOM
  • dom

(http://stackoverflow.com/questions/6828703/difference-about-sax-and-dom)

Dari beberapa kelebihan dan kekurangan yang saya dapatkan di alamat tersebut, bahwa keduanya sama sama merupakan XML parsing, dengan itu kita dapat menyimpulkan bahwa, saat DOM melakukan parsing XML, parsinganan itu di simpan pada memory, sedangkan untuk SAX tidak, sehingga SAX lebih cepat dari pada DOM, tapi dalam ruang lingkup sequrity DOM sangat di anjurkan, karena parsing XML nya di bungkus dan di letakan pada memory, sehingga pada saat pihak yang ingin mencuri data tersebut harus membongkar bungkusan itu.

Sehingga semua itu tergantung dengan kasus yang di ambil, ketika data itu tidak terlalu berpengaruh sebaiknya menggunakan SAX, dan ketika data parsing XML itu sangat di unggulkan sebaiknya menggunakan DOM.

Referensi :
http://stackoverflow.com/questions/6828703/difference-about-sax-and-dom
http://javarevisited.blogspot.com/2011/12/difference-between-dom-and-sax-parsers.html
http://www.coderanch.com/t/122873/XML/SAX-DOM

Berkenalan Dengan Corona SDK (Game Gatot Kroco) part 1

https://i2.wp.com/coronalabs.com/wp-content/uploads/2012/04/corona_product_teaser.jpg

Salam semangat mas Bro dan Mbak Bro, Kali ini kita akan mengenal sedikit corona (Kolornya Mak Ina) haaa jus kiding, Sebelumnya saya sudah mengenal apa itu corona sdk, kali ini kita mencoba berkenalan lebih jauh apa itu corona, kali ini kita akan mencoba membuat sebuah Aktifitas menarik dari corona, karena untuk tutorial yang diberikan oleh corona sudah sangat banyak jadi saya tidak akan membahas itu, untuk mendapatkan tutorial dari corona, teman teman langsung aja download corona dan install di lepi teman – teman dan hasil instalan itu akan ada tutorial full yang diberikan, nah kali ini kita akan membuat sebuah game sederhaan… kita langsung ke lebar kerja saja… oh ya sebelumnya untuk format corona itu .lua ..

Buka Text Editor teman teman atau langsung New Project aja

buka file main.lua kita akan membuat main utama nya terlebih dahulu..

--requires
local physics = require "physics"
physics.start()



local storyboard = require ("storyboard")
local scene = storyboard.newScene()



--background
function scene:createScene(event)
	local screenGroup = self.view
	
	backgroud = display.newImage("menu.png",300,200)
	screenGroup:insert(backgroud)
	backgroud:setReferencePoint(display.BottomLeftReferencePoint)
	backgroud.speed = 5

	backgroud2 = display.newImage("menu.png",100,200)
	backgroud2:setReferencePoint(display.BottomLeftReferencePoint)
	backgroud2.speed = 3
	screenGroup:insert(backgroud2)
	
	jet = display.newImage("redjet2.png")
	jet.x = 100
	jet.y = 100
	physics.addBody(jet,"dynamic", {density=.1,bounce = 0.1, friction =.2, radius = 12})
	screenGroup:insert(jet)
end


function scroll(self,event)
	if self.x < -477 then
		self.x = 477
	else 
		self.x = self.x - self.speed --self.x = self.x - 3
	end
end


function active(self,event)
	self:applyForce(0,-1.5,self.x,self.y)

end

function touchScreen(event)
	--print("touch")
	if event.phase == "began" then
		jet.enterFrame = active
		Runtime:addEventListener("enterFrame",jet)
	end
	
	if event.phase == "ended" then
		Runtime:removeEventListener("enterFrame",jet)
	end
end


function scene:enterScene(event)
Runtime:addEventListener("touch",touchScreen) 
backgroud.enterFrame = scroll
Runtime:addEventListener("enterFrame",backgroud)


backgroud2.enterFrame = scroll
Runtime:addEventListener("enterFrame",backgroud2)



end


function scene:exitScene(event)

end

function scene:destroyScene(event)

end

scene:addEventListener("createScene",scene)
scene:addEventListener("enterScene",scene)
scene:addEventListener("exitScene",scene)
scene:addEventListener("destroyScene",scene)

return scene





---local text = display.newText ("Selamat Belajar",100,35,"Helvetica",40)
---text:setTextColor(255)

dan hasilnya akan seperti dibawah ini ..

To be …

Apa itu Corona SDK Cross Platform

https://i2.wp.com/coronalabs.com/wp-content/uploads/2012/04/corona_product_teaser.jpg

Terdengar sedikit aneh ya, “corona SDK”.. emang benar namanya itu teman – teman, apa itu COrona SDK, ini untuk about aslinya…

Our mission is to enable anyone to create great mobile apps. Our flagship product, Corona® SDK, is the world’s most advanced development platform and is quickly becoming the platform of choice for developing games, eBooks, business apps and other mobile experiences.

Whether you’re an enthusiast or a professional, a small team or a big studio, a publisher or an agency, you can quickly and easily create world-class apps with Corona.

Founded in 2008, Corona Labs is a venture-backed company based in Palo Alto. The Corona Labs team has extensive technical and business experience across the mobile ecosystem, software platforms, authoring tools, runtimes and cloud services. Their past experience includes leadership positions at companies like Adobe, Apple, Macromedia and Microsoft.

We are passionate about empowering developers to build the best mobile apps possible.http://coronalabs.com/about/

Kalau menurut saya, Corona SDK merupakan SDK mobile yang dapat berjalan di atas semua sistem operasi, karena melihat dari basic nya, corona di buat menggunakan bahasa java, jadi mengapa corona dapat berjalan di semua platform, bukan semua platform, untuk saat ini corona sdk hanya dapat membuild android dan iOS, karena ini lah yang sangat di tunggu tunggu oleh para pengembang, jadi kita tidak hanya membuat sebuah aplikasi atau game di satu platform saja, untuk kelebihannya dari sisi developer sebagai berikut :

  • Free dan juga ada yang comersial
  • Bahasa yang digunakan sangat sederhana
  • Cross Platform
  • Ringan digunakan pada spesifikasi komputer yang di bawah rata – rata
  • SUdah mendukung Open GL dan sebagainya

Nah mungkin itu saja kelebihannya, untuk kekurangannya kebetulan saya belum bendapatkan sisi kelemahannya, jadi tidak ragu lagi para developer yang ingin mencoba, sebenarnya ada satu lagi yang sangat di lirik dari sisi Cross platform, yaitu Embarcadero Delphi, sebenarnya banyak SDK Cross platform yang digunakam, karena para pengembang SDK selalu memikirkan kemudahan untuk Developer dan User, nah di bawah ini saya akan meberikan sedikit Scrip yang menurutnya sangat sederhana..

 --requires
local physics = require "physics"
physics.start()



local storyboard = require ("storyboard")
local scene = storyboard.newScene()



--background
function scene:createScene(event)
	local screenGroup = self.view
	
	backgroud = display.newImage("menu.png",300,200)
	screenGroup:insert(backgroud)
	backgroud:setReferencePoint(display.BottomLeftReferencePoint)
	backgroud.speed = 5

	backgroud2 = display.newImage("menu.png",100,200)
	backgroud2:setReferencePoint(display.BottomLeftReferencePoint)
	backgroud2.speed = 3
	screenGroup:insert(backgroud2)
	
	jet = display.newImage("redjet2.png")
	jet.x = 100
	jet.y = 100
	physics.addBody(jet,"dynamic", {density=.1,bounce = 0.1, friction =.2, radius = 12})
	screenGroup:insert(jet)
end


function scroll(self,event)
	if self.x < -477 then
		self.x = 477
	else 
		self.x = self.x - self.speed --self.x = self.x - 3
	end
end


function active(self,event)
	self:applyForce(0,-1.5,self.x,self.y)

end

function touchScreen(event)
	--print("touch")
	if event.phase == "began" then
		jet.enterFrame = active
		Runtime:addEventListener("enterFrame",jet)
	end
	
	if event.phase == "ended" then
		Runtime:removeEventListener("enterFrame",jet)
	end
end


function scene:enterScene(event)
Runtime:addEventListener("touch",touchScreen) 
backgroud.enterFrame = scroll
Runtime:addEventListener("enterFrame",backgroud)


backgroud2.enterFrame = scroll
Runtime:addEventListener("enterFrame",backgroud2)



end


function scene:exitScene(event)

end

function scene:destroyScene(event)

end

scene:addEventListener("createScene",scene)
scene:addEventListener("enterScene",scene)
scene:addEventListener("exitScene",scene)
scene:addEventListener("destroyScene",scene)

return scene





---local text = display.newText ("Selamat Belajar",100,35,"Helvetica",40)
---text:setTextColor(255)

Sederhanakan untuk scrip yang digunakan…
mungkin itu saja yang dapat saya berikan, semoga sangat membantu dan selamat mencoba..

Salam Semangat