(Android)Berkenalan dengan Developer Qualcomm

qdn-logo

Tak kenal maka tak sayang, pribahasa ini yang cocok untuk post kali ini, berkenalan dengan developer qualcomm, bukan orang nya, tapi teknologi yang dibuat oleh developer qualcomm, banyak teknolgi yang dibahas, seperti yang saya capture gambar dibawah ini :

Screenshot from 2013-05-02 05:27:34

semua itu dapat kita nikmati dengan menjadi seorang pengembang, karena ini tema ane juga angakat sebagai TA dan KP saya, jadi semua ini dapat teman-teman buktikan dengan menggunakan Snapdragon SDK, untuk tutorial nya akan saya berikan post selanjutnya, karena masih tahap debugging. SELAMAT MENCOBA

https://developer.qualcomm.com

Advertisements

(J2ME)Membuat Aplikasi java2ME Dengan LWUIT di Netbeans

Langsung saja. Download addons LWUIT DISINI
Membuat Project baru dan instalasi LWUIT.
Buat Project baru:
1. Klik icon – New Project (atau Ctl+Shift+N)
2. Di categories, pilih Java ME
3. Di project, pilih Mobile Apication
Next
4. Isi project Name, misal LWUIT Contoh
Centang Set as Main Project™ dan hilangkan tanda centang Create Hello MIDlet™
Pilih CLDC-1.0 dan MIDP 2.0 (HP spesifikasi ini yang banyak beredar)
Finish
5. Di tab Project™, klik kanan pada sub folder dari project yang kita buat (di contoh ini adalah LWUIT Contoh) yakni pada Resources™ hingga keluar pilihan, dan pilihlah Add Jar/Zip.
6. Carilah file addons LWUIT anda. Misalnya ada menaruh di Home, pilih file LWUIT.jar, tekan OK.
7. Carilah file theme yang akan anda gunakan, misalnya LWUITtheme.res.zip, tekan OK atau download disini
8. Membuat MIDlet dan Menulis kode
9. Di tab Project yakni di project yang tadi telah dibuat, klik kanan, New -> MIDlet.
Next
10. Di MIDlet Name, ketik nama midlet anda, misalnya HelloMidlet.
Finish
Copy code berikut dan paste di source code anda.

 /*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package lwuit;

import javax.microedition.midlet.*;
import com.sun.lwuit.Display;
import com.sun.lwuit.Form;
import com.sun.lwuit.Label;
import com.sun.lwuit.layouts.BorderLayout;
import com.sun.lwuit.plaf.UIManager;
import com.sun.lwuit.util.Resources;
/**
 * @author root
 */
public class Midlet_1 extends MIDlet {

    public void startApp() {
//init the LWUIT Display
Display.init(this);
// Setting the application theme is discussed
// later in the theme chapter and the resources chapter
try {
Resources r = Resources.open("/LWUITtheme.res");
UIManager.getInstance().setThemeProps(
r.getTheme(r.getThemeResourceNames()[0]));
} catch (java.io.IOException e) {
}
Form f = new Form();
f.setTitle("Hello World");
f.setLayout(new BorderLayout());
f.addComponent("Center", new Label("I am a Label"));
f.show();
}
 
public void pauseApp() {
}
 
public void destroyApp(boolean unconditional) {
}
}

(Parsing) DOM VS SAX

Simple API for XML Parsing (SAX) dan Document Object Model (DOM)

Both SAX and DOM are used to parse the XML document. Both has advantages and disadvantages and can be used in our programming depending on the situation.

SAX:

  • Parses node by node
    Doesn’t store the XML in memory
    We cant insert or delete a node
    SAX is an event based parser
    SAX is a Simple API for XML
    doesn’t preserve comments
    SAX generally runs a little faster than DOM
  • Figure2

DOM:

  • Stores the entire XML document into memory before processing
    Occupies more memory
    We can insert or delete nodes
    Traverse in any direction.
    DOM is a tree model parser
    Document Object Model (DOM) API
    Preserves comments
    SAX generally runs a little faster than DOM
  • dom

(http://stackoverflow.com/questions/6828703/difference-about-sax-and-dom)

Dari beberapa kelebihan dan kekurangan yang saya dapatkan di alamat tersebut, bahwa keduanya sama sama merupakan XML parsing, dengan itu kita dapat menyimpulkan bahwa, saat DOM melakukan parsing XML, parsinganan itu di simpan pada memory, sedangkan untuk SAX tidak, sehingga SAX lebih cepat dari pada DOM, tapi dalam ruang lingkup sequrity DOM sangat di anjurkan, karena parsing XML nya di bungkus dan di letakan pada memory, sehingga pada saat pihak yang ingin mencuri data tersebut harus membongkar bungkusan itu.

Sehingga semua itu tergantung dengan kasus yang di ambil, ketika data itu tidak terlalu berpengaruh sebaiknya menggunakan SAX, dan ketika data parsing XML itu sangat di unggulkan sebaiknya menggunakan DOM.

Referensi :
http://stackoverflow.com/questions/6828703/difference-about-sax-and-dom
http://javarevisited.blogspot.com/2011/12/difference-between-dom-and-sax-parsers.html
http://www.coderanch.com/t/122873/XML/SAX-DOM

BroadcastReceiver

Sedikit memberi pengalaman dalam beberapa pembaca, saya sering sekali yang namanya membaca ebook luar seperti ebook Android Beggginer dan sebagainya yang pastinya berbahasa inggris, ini sering sekali saya alami pada pengelolahan kata dan pengartian defenisi dalam sebuah kalimat, sehingga point tertentu sering kita dapatkan, BroadcastReceiver merupakan suatu deklarasi global dimana ada dua suku kata, yang pertama Broadcast yang mengartikan seluruh data di sebarkan dan dapat di gunakan di fungsi lain atau class lain, sedangkan Receiver merupakan penerima. jadi dengan itu kita paham apa itu BroadcasReceiver…. ini merupakan pengalam saya, karena mungkin dari beberapa teman – teman yang sering membaca buku bahasa inggris pasti sering mengalami apa yang saya alami, di bawah ini merupakan contoh dimana deklarasi itu dikatakan BroadcastReveicer…
2

Catatan : Dalam memberikan point – point tertentu dalam sebuah kasus sangatlah harus mengerti beberapa arti suku kata tersebut

Referensi : Buku Manning Android in Action 3rd

ContenProvider

Jika aplikasi mengelola data dan kebutuhan untuk mengekspos bahwa data ke aplikasi lain berjalan di lingkungan Android, Anda harus mempertimbangkan ContentProvider. Jika komponen aplikasi (Activity, Service, atau BroadcastReceiver) kebutuhan untuk mengakses data dari aplikasi lain, komponen mengakses aplikasi lainnya ContentProvider. The ContentProvider menerapkan satu set standar metode untuk memungkinkan aplikasi untuk mengakses menyimpan data. Akses mungkin untuk membaca atau menulis operasi, atau untuk keduanya. Sebuah ContentProvider dapat menyediakan data untuk Kegiatan atau Layanan dalam aplikasi yang mengandung sama, serta ke Activity atau Layanan terkandung
dalam aplikasi lain. Sebuah ContentProvider dapat menggunakan bentuk data-mekanisme penyimpanan yang tersedia pada Platform Android, termasuk file, database SQLite, atau bahkan hash memori berbasis peta jika data ketekunan tidak diperlukan. The ContentProvider adalah lapisan data yang menyediakan
Data abstraksi untuk klien dan penyimpanan sentralisasi dan rutinitas pengambilan dalam tunggal tempat. Berbagi file atau database secara langsung tidak disarankan pada platform Android, dan ditegakkan oleh sistem keamanan Linux yang mendasari, yang mencegah ad hoc akses file dari satu ruang aplikasi yang lain tanpa izin eksplisit diberikan. Data yang tersimpan dalam ContentProvider dapat data tradisional jenis, seperti bilangan bulat dan
string. Penyedia konten juga dapat mengelola data biner, seperti data citra. ketika Data biner diambil, praktek terbaik yang disarankan adalah untuk mengembalikan string yang mewakili nama file yang berisi data biner. Jika nama file dikembalikan sebagai bagian dari ContentProvider permintaan, aplikasi tidak harus mengakses file secara langsung, Anda harus
Capture

menggunakan kelas pembantu, metode openInputStream ContentResolver, untuk mengakses Data biner. Pendekatan ini menavigasi proses Linux dan rintangan keamanan, serta membuat semua akses data normal melalui ContentProvider. Gambar 1,5 garis hubungan antara ContentProviders, menyimpan data, dan klien mereka. Data Sebuah ContentProvider yang diakses oleh sebuah aplikasi Android melalui suatu Konten URI. Sebuah ContentProvider mendefinisikan URI ini sebagai final String public static. untuk Sebagai contoh, aplikasi mungkin memiliki menyimpan data mengelola lembar data keamanan bahan. URI Konten untuk ContentProvider ini mungkin terlihat seperti ini: Uri public static final CONTENT_URI = Uri.parse (“konten :/ / com.msi.manning.provider.unlockingandroid / lembar data”); Dari titik ini, mengakses ContentProvider mirip dengan menggunakan Structured Query Language (SQL) di platform lain, meskipun pernyataan SQL lengkap tidak dipekerjakan. Sebuah permintaan yang disampaikan kepada ContentProvider, termasuk kolom
diinginkan dan opsional mana dan Order By klausa. Mirip dengan query parameter dalam SQL tradisional, substitusi parameter juga didukung ketika bekerja dengan ContentProvider kelas. Di mana hasil dari query pergi? Dalam kelas kursor, alami. Kami akan memberikan contoh ContentProvider rinci dalam bab 5.

CATATAN Dalam banyak hal, ContentProvider bertindak seperti server database.
Meskipun aplikasi bisa berisi hanya ContentProvider dan esensi menjadi server database, ContentProvider biasanya komponen dari Android aplikasi yang lebih besar yang host setidaknya satu Kegiatan, Layanan, atau BroadcastReceiver.

Referensi : Buku Manning . Android ic Action 3rd

Mengenal Object Model DOM (Document Object Model)

Document Object Model (DOM) adalah object model standar untuk HTML dan XML yang bersifat platform independent. Sebuah web browser tidak harus menggunakan DOM untuk menampilkan dokumen HTML. Namun DOM diperlukan oleh JavaScript yang akan mengubah tampilan sebuah website secara dinamis. Dengan kata lain, DOM adalah cara JavaScript melihat suatu halaman HTML.
W3C mulai mengembangkan DOM pada awal 1990-an. Pada bulan Oktober 1998, DOM 1 diluncurkan. Spesifikasi DOM W3C terbagi menjadi beberapa tingkat. Sebuah halaman yang mendukung suatu level harus menerapkan semua persyaratan level tersebut dan di bawahnya.
Sebelum ada standar DOM dari W3C, masing-masing web browser memiliki DOM sendiri. Akibatnya, bila suatu website ingin ditampilkan secara cross-browser compatible, ia harus dirancang untuk setiap web browser yang akan didukung. DOM standar mempermudah pengembangan aplikasi web. (http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model)

DOM Sering di gunakan pada sebuah web ataupun app yang berjalan di atas web, karena dom merupakan suatu object model yang dapat memudahkan pengguna dalam meletakkan object itu, Prinsipnya sebuah Mamalia yang sudah di tempatkan secara masing masing tempat yang berbeda, DOM di gunakan Untuk memanipulasi dokumen dengan DOM, suatu parser akan membentuk representasi logik dari bagian isi dokumen XML dalam bentuk struktur pohon. DOM tidak menjelaskan bagaimana melakukan parsing terhadap dokumen, pembuatan dokumen baru ataupun melakukan serialisasi terhadap dokumen. Hal ini dikarenakan DOM adalah spesifikasi yang bebas bahasa. Untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut dibutuhkan DOM parser yang diimplementasikan kedalam berbagai bahasa pemrograman tertentu seperti C, C++, atau Java. Beberapa contoh DOM parser adalah Apache Xerces, Crimson, Oracle XML Parser for Java atau MsXML.

Activitas pengembangan DOM di W3C sudah ditutup sejak tahun 2004 dengan lengkapnya pengembangan DOM Level 3 Recommendations. Tapi saat ini W3C Web Applications Working Group sudah mulai bergerak untuk melakukan revisi. Jika tertari, diskusinya bisa diikuti di public-webapps@w3.org atau www-dom@w3.org mailing lists.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model
http://yaniwid.wordpress.com/2009/04/01/document-object-model-dom/

(ZK) Aplikasi Annabe POS Part 2

Kita sudah membahas Annabe POS itu apa dan annabe bergerak di bidang apa itu postingan sebelumnya, kali ini kita akan melanjutkan aplikasi Annabe POST session 2, disini saya sudah menambah beberapa kebutuhan yang di butuhkan untuk aplikasi POS kira – kira sudah di selesaikan 50% dari 100%, oh ya sudah sedikit berbincang – bincang sama mas Wareok bagaimana membuat aplikasi yang berlisensi Open source, dan akhirnya aplikasi ini saya lisensikan dengan nama GNU General Public License, version 3 (GPL-3.0).

GNU GENERAL PUBLIC LICENSE
Version 3, 29 June 2007

Copyright (C) 2007 Free Software Foundation, Inc.

Everyone is permitted to copy and distribute verbatim copies of this license document, but changing it is not allowed.

Preamble
The GNU General Public License is a free, copyleft license for software and other kinds of works.

The licenses for most software and other practical works are designed to take away your freedom to share and change the works. By contrast, the GNU General Public License is intended to guarantee your freedom to share and change all versions of a program–to make sure it remains free software for all its users. We, the Free Software Foundation, use the GNU General Public License for most of our software; it applies also to any other work released this way by its authors. You can apply it to your programs, too.

When we speak of free software, we are referring to freedom, not price. Our General Public Licenses are designed to make sure that you have the freedom to distribute copies of free software (and charge for them if you wish), that you receive source code or can get it if you want it, that you can change the software or use pieces of it in new free programs, and that you know you can do these things. (dapat di lihat di http://opensource.org/licenses/GPL-3.0)

Menu Annabe POS v1.4

Menu Barang Annabe Pos

Menu Kategori Barang Annabe POS

Menu Customer Annabe POS

Lisensi Annabe POS