(Raspberry PI) Pengenalan apa itu hardware yang dapat terhubung dengan kehidupan sehari hari

raspi
Bangun pagi yang rutin akan membuat kita terbiasa untuk mandiri, dikarenakan disetiap instansi tertentu tidak ada yang memberikan waktu siang untuk bekerja, itu sudah saya tanamkan pada diri saya, karena kedua orang tua saya sangat menyarankan untuk bangun pagi, bukan berarti itu tekanan, hal positif itu selalu di berikan oleh kedua orang tua saya. di kampus saya juga ada dosen yang selalu menerapkan ini, jadi untuk mata kuliah yang di ajarkan itu waktu masuknya jam 07.00, saya sangat berterima kasih kepada pak HH(Samaran) karena sudah memberikan pelajaran non akademin kepada teman-teman teman.

Raspberry pi, apa itu?

Banyak teman-teman berkata, bagaimana kita membuat hubungan hardware yang ada disekitar ki dengan menggunakan smartphone atau device lainnya, banyak juga teman-teman yang membuat sebuah hardware untuk membuat aplikasinya dapat terhubung dengan System lainnya, tetapi sekarang kita dimudahkan untuk itu, Raspberry pi merupakan solusi semua itu, sehingga kita tidak diberatkan lagi untuk membuat sebuah hardware yang dapat terhubung dengan device lainnya, Raspberry PI merupakan hardware yang berbasis LINUX, sehingga device yang berbasis linux sangat kompiterble dengan harware ini, selamat mencoba apa itu Raspberry PI..
raspi_blue_white

udoo-diagram

http://www.raspberrypi.org/
http://www.raspberrypi.org/downloads
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=sPs8Jp2BBw4

Advertisements

BroadcastReceiver

Sedikit memberi pengalaman dalam beberapa pembaca, saya sering sekali yang namanya membaca ebook luar seperti ebook Android Beggginer dan sebagainya yang pastinya berbahasa inggris, ini sering sekali saya alami pada pengelolahan kata dan pengartian defenisi dalam sebuah kalimat, sehingga point tertentu sering kita dapatkan, BroadcastReceiver merupakan suatu deklarasi global dimana ada dua suku kata, yang pertama Broadcast yang mengartikan seluruh data di sebarkan dan dapat di gunakan di fungsi lain atau class lain, sedangkan Receiver merupakan penerima. jadi dengan itu kita paham apa itu BroadcasReceiver…. ini merupakan pengalam saya, karena mungkin dari beberapa teman – teman yang sering membaca buku bahasa inggris pasti sering mengalami apa yang saya alami, di bawah ini merupakan contoh dimana deklarasi itu dikatakan BroadcastReveicer…
2

Catatan : Dalam memberikan point – point tertentu dalam sebuah kasus sangatlah harus mengerti beberapa arti suku kata tersebut

Referensi : Buku Manning Android in Action 3rd

ContenProvider

Jika aplikasi mengelola data dan kebutuhan untuk mengekspos bahwa data ke aplikasi lain berjalan di lingkungan Android, Anda harus mempertimbangkan ContentProvider. Jika komponen aplikasi (Activity, Service, atau BroadcastReceiver) kebutuhan untuk mengakses data dari aplikasi lain, komponen mengakses aplikasi lainnya ContentProvider. The ContentProvider menerapkan satu set standar metode untuk memungkinkan aplikasi untuk mengakses menyimpan data. Akses mungkin untuk membaca atau menulis operasi, atau untuk keduanya. Sebuah ContentProvider dapat menyediakan data untuk Kegiatan atau Layanan dalam aplikasi yang mengandung sama, serta ke Activity atau Layanan terkandung
dalam aplikasi lain. Sebuah ContentProvider dapat menggunakan bentuk data-mekanisme penyimpanan yang tersedia pada Platform Android, termasuk file, database SQLite, atau bahkan hash memori berbasis peta jika data ketekunan tidak diperlukan. The ContentProvider adalah lapisan data yang menyediakan
Data abstraksi untuk klien dan penyimpanan sentralisasi dan rutinitas pengambilan dalam tunggal tempat. Berbagi file atau database secara langsung tidak disarankan pada platform Android, dan ditegakkan oleh sistem keamanan Linux yang mendasari, yang mencegah ad hoc akses file dari satu ruang aplikasi yang lain tanpa izin eksplisit diberikan. Data yang tersimpan dalam ContentProvider dapat data tradisional jenis, seperti bilangan bulat dan
string. Penyedia konten juga dapat mengelola data biner, seperti data citra. ketika Data biner diambil, praktek terbaik yang disarankan adalah untuk mengembalikan string yang mewakili nama file yang berisi data biner. Jika nama file dikembalikan sebagai bagian dari ContentProvider permintaan, aplikasi tidak harus mengakses file secara langsung, Anda harus
Capture

menggunakan kelas pembantu, metode openInputStream ContentResolver, untuk mengakses Data biner. Pendekatan ini menavigasi proses Linux dan rintangan keamanan, serta membuat semua akses data normal melalui ContentProvider. Gambar 1,5 garis hubungan antara ContentProviders, menyimpan data, dan klien mereka. Data Sebuah ContentProvider yang diakses oleh sebuah aplikasi Android melalui suatu Konten URI. Sebuah ContentProvider mendefinisikan URI ini sebagai final String public static. untuk Sebagai contoh, aplikasi mungkin memiliki menyimpan data mengelola lembar data keamanan bahan. URI Konten untuk ContentProvider ini mungkin terlihat seperti ini: Uri public static final CONTENT_URI = Uri.parse (“konten :/ / com.msi.manning.provider.unlockingandroid / lembar data”); Dari titik ini, mengakses ContentProvider mirip dengan menggunakan Structured Query Language (SQL) di platform lain, meskipun pernyataan SQL lengkap tidak dipekerjakan. Sebuah permintaan yang disampaikan kepada ContentProvider, termasuk kolom
diinginkan dan opsional mana dan Order By klausa. Mirip dengan query parameter dalam SQL tradisional, substitusi parameter juga didukung ketika bekerja dengan ContentProvider kelas. Di mana hasil dari query pergi? Dalam kelas kursor, alami. Kami akan memberikan contoh ContentProvider rinci dalam bab 5.

CATATAN Dalam banyak hal, ContentProvider bertindak seperti server database.
Meskipun aplikasi bisa berisi hanya ContentProvider dan esensi menjadi server database, ContentProvider biasanya komponen dari Android aplikasi yang lebih besar yang host setidaknya satu Kegiatan, Layanan, atau BroadcastReceiver.

Referensi : Buku Manning . Android ic Action 3rd

Mengenal Object Model DOM (Document Object Model)

Document Object Model (DOM) adalah object model standar untuk HTML dan XML yang bersifat platform independent. Sebuah web browser tidak harus menggunakan DOM untuk menampilkan dokumen HTML. Namun DOM diperlukan oleh JavaScript yang akan mengubah tampilan sebuah website secara dinamis. Dengan kata lain, DOM adalah cara JavaScript melihat suatu halaman HTML.
W3C mulai mengembangkan DOM pada awal 1990-an. Pada bulan Oktober 1998, DOM 1 diluncurkan. Spesifikasi DOM W3C terbagi menjadi beberapa tingkat. Sebuah halaman yang mendukung suatu level harus menerapkan semua persyaratan level tersebut dan di bawahnya.
Sebelum ada standar DOM dari W3C, masing-masing web browser memiliki DOM sendiri. Akibatnya, bila suatu website ingin ditampilkan secara cross-browser compatible, ia harus dirancang untuk setiap web browser yang akan didukung. DOM standar mempermudah pengembangan aplikasi web. (http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model)

DOM Sering di gunakan pada sebuah web ataupun app yang berjalan di atas web, karena dom merupakan suatu object model yang dapat memudahkan pengguna dalam meletakkan object itu, Prinsipnya sebuah Mamalia yang sudah di tempatkan secara masing masing tempat yang berbeda, DOM di gunakan Untuk memanipulasi dokumen dengan DOM, suatu parser akan membentuk representasi logik dari bagian isi dokumen XML dalam bentuk struktur pohon. DOM tidak menjelaskan bagaimana melakukan parsing terhadap dokumen, pembuatan dokumen baru ataupun melakukan serialisasi terhadap dokumen. Hal ini dikarenakan DOM adalah spesifikasi yang bebas bahasa. Untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut dibutuhkan DOM parser yang diimplementasikan kedalam berbagai bahasa pemrograman tertentu seperti C, C++, atau Java. Beberapa contoh DOM parser adalah Apache Xerces, Crimson, Oracle XML Parser for Java atau MsXML.

Activitas pengembangan DOM di W3C sudah ditutup sejak tahun 2004 dengan lengkapnya pengembangan DOM Level 3 Recommendations. Tapi saat ini W3C Web Applications Working Group sudah mulai bergerak untuk melakukan revisi. Jika tertari, diskusinya bisa diikuti di public-webapps@w3.org atau www-dom@w3.org mailing lists.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model
http://yaniwid.wordpress.com/2009/04/01/document-object-model-dom/

XML vs JSON

XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar sistem yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText Markup Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet.

XML, merupakan standar format dari struktur berkas (file).
XSL, merupakan standar untuk memodifikasi data yang diimpor atau diekspor.
XSD, merupakan standar yang mendefinisikan struktur database dalam XML.

Keunggulan XML bisa diringkas sebagai berikut :
– Pintar (Intelligence). XML dapat menangani berbagai tingkat (level) kompleksitas.
– Dapat beradaptasi. Dapat mengadaptasi untuk membuat bahasa sendiri. Seperti Microsoft membuat bahasa MSXML atau Macromedia mengembangkan MXML.
– Mudah pemeliharaannya.
– Sederhana. XML lebih sederhana.
– Mudah dipindah-pindahkan (Portability). XML mempunyai kemudahan perpindahan (portabilitas) yang lebih bagus.

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:orientation="horizontal">  
    <LinearLayout
        xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:orientation="vertical">

        <TextView
            android:id="@+id/tanggal"
            android:layout_width="fill_parent"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#dc6800"
            android:textSize="18sp"
            android:textStyle="bold"
            android:paddingTop="6dip"
            android:paddingBottom="2dip" />
            
        <TextView
            android:id="@+id/jam"
            android:layout_width="fill_parent"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac"
            android:paddingBottom="2dip">
        </TextView>

        <TextView
            android:id="@+id/lintang"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#5d5d5d"
            android:gravity="left"
            android:textStyle="bold"
            android:text="Cost: " >
        </TextView>

        <TextView
            android:id="@+id/bujur"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#5d5d5d"
            android:gravity="left"
            android:textStyle="bold"
            android:text="Cost: " >
        </TextView>
        
        <TextView
            android:id="@+id/kekuatan"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac" 
            android:textStyle="bold"
            android:gravity="left">
        </TextView>
        
        <TextView
            android:id="@+id/kedalaman"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac" 
            android:textStyle="bold"
            android:gravity="left">
        </TextView>
        
        <TextView
            android:id="@+id/wilayah"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac" 
            android:textStyle="bold"
            android:gravity="left">
        </TextView>
        
    </LinearLayout>

</LinearLayout>

JSON (dilafalkan “Jason”), singkatan dari JavaScript Object Notation (bahasa Indonesia: notasi objek JavaScript), adalah suatu format ringkas pertukaran data komputer. Formatnya berbasis teks dan terbaca-manusia serta digunakan untuk merepresentasikan struktur data sederhana dan larik asosiatif (disebut objek). Format JSON sering digunakan untuk mentransmisikan data terstruktur melalui suatu koneksi jaringan pada suatu proses yang disebut serialisasi. Aplikasi utamanya adalah pada pemrograman aplikasi web AJAX dengan berperan sebagai alternatif terhadap penggunaan tradisional format XML.
Walaupun JSON didasarkan pada subset bahasa pemrograman JavaScript (secara spesifik, edisi ketiga standar ECMA-262, Desember 1999 [1]) dan umumnya digunakan dengan bahasa tersebut, JSON dianggap sebagai format data yang tak tergantung pada suatu bahasa. Kode untuk pengolahan dan pembuatan data JSON telah tersedia untuk banyak jenis bahasa pemrograman. Situs json.org menyediakan daftar komprehensif pengikatan JSON yang tersedia, disusun menurut bahasa.
Format JSON dispesifikasikan di RFC 4627 oleh Douglas Crockford. Tipe media Internet resmi JSON adalah application/json sedangkan ekstensi berkasnya adalah .json.
Pada Desember 2005, Yahoo! mulai menawarkan opsi format JSON untuk layanan webnya [2]. Google mulai menyediakan umpan JSON untuk protokol web GData-nya pada Desember 2006

<html>
<head>
<title>JSON testing - adiputra</title>
<script type='text/javascript'>
    var JSON_adi = {nama:’adiputra’};
    document.write (JSON_adi.nama);
</script>
</head>
<body>
</body>
</html>

Kenapa xml yang banyak di gunakan dari pada JSON..?

referensi :

http://wikipedia.com

(Linux) Install Driver Nvidia Optimus Dengan Bumblebee

Mungkkin semua orang bingung dengan driver yang di download di situs resmi driver nvidia , karena sejak versi Nvidia 610M atau yang sering disebut dengan optimus sekarang tidak di support lagi dengan nvidia , karena beberapa alasan . oleh karena itu dengan teknologi Bumblebee kita dapat menggunakan driver seprti biasa nya , karena sebelum mengistall driver nvidia laptop terasa sangat panas dan tidak terkontrol , setelah anda mengistall Bumblbee ini akan sangat mengalami peruabahan.

1. Buka terminal dan tulis di bawah ini :

2. sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable

3. sudo apt-get update

4. sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia

setelah semua proses dia atas selesai kita akan mengaktifkan Bumblbee dengan user yang kita gunakan :

5. sudo usermod -a -G bumblebee “ganti dengan nama user” (tanpa tanda petik)

6. Reboot

7. Setelah proses semua selesai kita akan menguji perbedaan

8. glxspheres

9. optirun glxspheres

dan rasakan perbedaan poin 8 dan poin 9 .

poin 8 sangat terasa patah patah dan bila menggunakan poin sembilan terasa sempurna

Referensi

tukangubuntu

(Java)Instalation Apache Tomcat for Linux Online or Offline

Apache Tomcat is an open source software implementation of the Java Servlet and JavaServer Pages technologies. The Java Servlet and JavaServer Pages specifications are developed under the Java Community Process.

Apache Tomcat is developed in an open and participatory environment and released under the Apache License version 2. Apache Tomcat is intended to be a collaboration of the best-of-breed developers from around the world. We invite you to participate in this open development project. To learn more about getting involved, click here.

Apache Tomcat powers numerous large-scale, mission-critical web applications across a diverse range of industries and organizations. Some of these users and their stories are listed on the PoweredBy wiki page.

Apache Tomcat, Tomcat, Apache, the Apache feather, and the Apache Tomcat project logo are trademarks of the Apache Software Foundation.

Instalation Online

1. Open Terminal

2. $sudo apt-get install tomcat7

Instalation Offline

1. Download Apache Tomcat is Here http://tomcat.apache.org/

2. Extract Apache Tomcat For Home or Directory .

3. Open Terminal and write scrip here $ sudo gedit /etc/profile

CATALINA_HOME=/home/name_home/apache-tomcat-7.0.28
export CATALINA_HOME
PATH=$CATALINA_HOME/bin:$PATH
export PATH

and save or CTRL + S

4. write scrip here $sudo gedit /etc/bash/bash.bashrc (Path)

CATALINA_HOME=/home/name_home/apache-tomcat-7.0.28
export CATALINA_HOME
PATH=$CATALINA_HOME/bin:$PATH
export PATH

and save or CTRL + S

5. writel scrip here $sudo chmod 777 -R apache-tomcat-7.0.28/ (Permission)

6. Open folder apache-tomcat-7.0.28 – conf – tomcat-users.xml


7. write terminal $sudo apache-tomcat-7.0.28/bin/startup.sh

8. Open browser and write link http://localhost/8080

9. Finish