(Parsing) DOM VS SAX

Simple API for XML Parsing (SAX) dan Document Object Model (DOM)

Both SAX and DOM are used to parse the XML document. Both has advantages and disadvantages and can be used in our programming depending on the situation.

SAX:

  • Parses node by node
    Doesn’t store the XML in memory
    We cant insert or delete a node
    SAX is an event based parser
    SAX is a Simple API for XML
    doesn’t preserve comments
    SAX generally runs a little faster than DOM
  • Figure2

DOM:

  • Stores the entire XML document into memory before processing
    Occupies more memory
    We can insert or delete nodes
    Traverse in any direction.
    DOM is a tree model parser
    Document Object Model (DOM) API
    Preserves comments
    SAX generally runs a little faster than DOM
  • dom

(http://stackoverflow.com/questions/6828703/difference-about-sax-and-dom)

Dari beberapa kelebihan dan kekurangan yang saya dapatkan di alamat tersebut, bahwa keduanya sama sama merupakan XML parsing, dengan itu kita dapat menyimpulkan bahwa, saat DOM melakukan parsing XML, parsinganan itu di simpan pada memory, sedangkan untuk SAX tidak, sehingga SAX lebih cepat dari pada DOM, tapi dalam ruang lingkup sequrity DOM sangat di anjurkan, karena parsing XML nya di bungkus dan di letakan pada memory, sehingga pada saat pihak yang ingin mencuri data tersebut harus membongkar bungkusan itu.

Sehingga semua itu tergantung dengan kasus yang di ambil, ketika data itu tidak terlalu berpengaruh sebaiknya menggunakan SAX, dan ketika data parsing XML itu sangat di unggulkan sebaiknya menggunakan DOM.

Referensi :
http://stackoverflow.com/questions/6828703/difference-about-sax-and-dom
http://javarevisited.blogspot.com/2011/12/difference-between-dom-and-sax-parsers.html
http://www.coderanch.com/t/122873/XML/SAX-DOM

BroadcastReceiver

Sedikit memberi pengalaman dalam beberapa pembaca, saya sering sekali yang namanya membaca ebook luar seperti ebook Android Beggginer dan sebagainya yang pastinya berbahasa inggris, ini sering sekali saya alami pada pengelolahan kata dan pengartian defenisi dalam sebuah kalimat, sehingga point tertentu sering kita dapatkan, BroadcastReceiver merupakan suatu deklarasi global dimana ada dua suku kata, yang pertama Broadcast yang mengartikan seluruh data di sebarkan dan dapat di gunakan di fungsi lain atau class lain, sedangkan Receiver merupakan penerima. jadi dengan itu kita paham apa itu BroadcasReceiver…. ini merupakan pengalam saya, karena mungkin dari beberapa teman – teman yang sering membaca buku bahasa inggris pasti sering mengalami apa yang saya alami, di bawah ini merupakan contoh dimana deklarasi itu dikatakan BroadcastReveicer…
2

Catatan : Dalam memberikan point – point tertentu dalam sebuah kasus sangatlah harus mengerti beberapa arti suku kata tersebut

Referensi : Buku Manning Android in Action 3rd

ContenProvider

Jika aplikasi mengelola data dan kebutuhan untuk mengekspos bahwa data ke aplikasi lain berjalan di lingkungan Android, Anda harus mempertimbangkan ContentProvider. Jika komponen aplikasi (Activity, Service, atau BroadcastReceiver) kebutuhan untuk mengakses data dari aplikasi lain, komponen mengakses aplikasi lainnya ContentProvider. The ContentProvider menerapkan satu set standar metode untuk memungkinkan aplikasi untuk mengakses menyimpan data. Akses mungkin untuk membaca atau menulis operasi, atau untuk keduanya. Sebuah ContentProvider dapat menyediakan data untuk Kegiatan atau Layanan dalam aplikasi yang mengandung sama, serta ke Activity atau Layanan terkandung
dalam aplikasi lain. Sebuah ContentProvider dapat menggunakan bentuk data-mekanisme penyimpanan yang tersedia pada Platform Android, termasuk file, database SQLite, atau bahkan hash memori berbasis peta jika data ketekunan tidak diperlukan. The ContentProvider adalah lapisan data yang menyediakan
Data abstraksi untuk klien dan penyimpanan sentralisasi dan rutinitas pengambilan dalam tunggal tempat. Berbagi file atau database secara langsung tidak disarankan pada platform Android, dan ditegakkan oleh sistem keamanan Linux yang mendasari, yang mencegah ad hoc akses file dari satu ruang aplikasi yang lain tanpa izin eksplisit diberikan. Data yang tersimpan dalam ContentProvider dapat data tradisional jenis, seperti bilangan bulat dan
string. Penyedia konten juga dapat mengelola data biner, seperti data citra. ketika Data biner diambil, praktek terbaik yang disarankan adalah untuk mengembalikan string yang mewakili nama file yang berisi data biner. Jika nama file dikembalikan sebagai bagian dari ContentProvider permintaan, aplikasi tidak harus mengakses file secara langsung, Anda harus
Capture

menggunakan kelas pembantu, metode openInputStream ContentResolver, untuk mengakses Data biner. Pendekatan ini menavigasi proses Linux dan rintangan keamanan, serta membuat semua akses data normal melalui ContentProvider. Gambar 1,5 garis hubungan antara ContentProviders, menyimpan data, dan klien mereka. Data Sebuah ContentProvider yang diakses oleh sebuah aplikasi Android melalui suatu Konten URI. Sebuah ContentProvider mendefinisikan URI ini sebagai final String public static. untuk Sebagai contoh, aplikasi mungkin memiliki menyimpan data mengelola lembar data keamanan bahan. URI Konten untuk ContentProvider ini mungkin terlihat seperti ini: Uri public static final CONTENT_URI = Uri.parse (“konten :/ / com.msi.manning.provider.unlockingandroid / lembar data”); Dari titik ini, mengakses ContentProvider mirip dengan menggunakan Structured Query Language (SQL) di platform lain, meskipun pernyataan SQL lengkap tidak dipekerjakan. Sebuah permintaan yang disampaikan kepada ContentProvider, termasuk kolom
diinginkan dan opsional mana dan Order By klausa. Mirip dengan query parameter dalam SQL tradisional, substitusi parameter juga didukung ketika bekerja dengan ContentProvider kelas. Di mana hasil dari query pergi? Dalam kelas kursor, alami. Kami akan memberikan contoh ContentProvider rinci dalam bab 5.

CATATAN Dalam banyak hal, ContentProvider bertindak seperti server database.
Meskipun aplikasi bisa berisi hanya ContentProvider dan esensi menjadi server database, ContentProvider biasanya komponen dari Android aplikasi yang lebih besar yang host setidaknya satu Kegiatan, Layanan, atau BroadcastReceiver.

Referensi : Buku Manning . Android ic Action 3rd

Mengenal Object Model DOM (Document Object Model)

Document Object Model (DOM) adalah object model standar untuk HTML dan XML yang bersifat platform independent. Sebuah web browser tidak harus menggunakan DOM untuk menampilkan dokumen HTML. Namun DOM diperlukan oleh JavaScript yang akan mengubah tampilan sebuah website secara dinamis. Dengan kata lain, DOM adalah cara JavaScript melihat suatu halaman HTML.
W3C mulai mengembangkan DOM pada awal 1990-an. Pada bulan Oktober 1998, DOM 1 diluncurkan. Spesifikasi DOM W3C terbagi menjadi beberapa tingkat. Sebuah halaman yang mendukung suatu level harus menerapkan semua persyaratan level tersebut dan di bawahnya.
Sebelum ada standar DOM dari W3C, masing-masing web browser memiliki DOM sendiri. Akibatnya, bila suatu website ingin ditampilkan secara cross-browser compatible, ia harus dirancang untuk setiap web browser yang akan didukung. DOM standar mempermudah pengembangan aplikasi web. (http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model)

DOM Sering di gunakan pada sebuah web ataupun app yang berjalan di atas web, karena dom merupakan suatu object model yang dapat memudahkan pengguna dalam meletakkan object itu, Prinsipnya sebuah Mamalia yang sudah di tempatkan secara masing masing tempat yang berbeda, DOM di gunakan Untuk memanipulasi dokumen dengan DOM, suatu parser akan membentuk representasi logik dari bagian isi dokumen XML dalam bentuk struktur pohon. DOM tidak menjelaskan bagaimana melakukan parsing terhadap dokumen, pembuatan dokumen baru ataupun melakukan serialisasi terhadap dokumen. Hal ini dikarenakan DOM adalah spesifikasi yang bebas bahasa. Untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut dibutuhkan DOM parser yang diimplementasikan kedalam berbagai bahasa pemrograman tertentu seperti C, C++, atau Java. Beberapa contoh DOM parser adalah Apache Xerces, Crimson, Oracle XML Parser for Java atau MsXML.

Activitas pengembangan DOM di W3C sudah ditutup sejak tahun 2004 dengan lengkapnya pengembangan DOM Level 3 Recommendations. Tapi saat ini W3C Web Applications Working Group sudah mulai bergerak untuk melakukan revisi. Jika tertari, diskusinya bisa diikuti di public-webapps@w3.org atau www-dom@w3.org mailing lists.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model
http://yaniwid.wordpress.com/2009/04/01/document-object-model-dom/

(php)Membuat Koneksi php dengan Data Base Mysql

Membuat,memanipulasi,menghapus data merupakan hal yang sangat penting, karena sekarang kita menggunakan data tidak hanya di tulis di atas kertas dengan dengan menggunkan pena atau tinta emas, tetapi kita sekarang lebih praktis dan ramah lingkungan, sungguh berterima kasih kepada ide awal yang membuat ms.access yang terus berkembang hingga ke data base yang lebih besar, katanya mysql akan di lisensikan menjadi prabayar, tetapi jangan khawatir masih banyak data base yang memberikan fasilitas nya secara terbuka dan gratis, contoh nya Maria DB,Apa itu maria DB bisa di cari dan cukup menarik untuk di ketahui. Ok kita langsung ke meja pekerjaan.

Buat Data base

Nama database : php
Nama Table : konek

Membuat Form Untuk Membuat Button connect dan berinama form.html

<html>
<form action=”db.php” method=”post”>
<input type=”submit” value=”OK”>
</form>
<html>

Terus kita membuat file untuk menghubungkan php dengan mysql beri nama db.php

<?php
$server = ‘localhost’;
$user= ‘root’;
$pass = ”;
$nama_db = ‘php’;

mysql_connect($server,$user,$pass) or die (mysql_error());
mysql_select_db($nama_db) or die (mysql_error());

$sql = ‘select * from konek’;
$query = mysql_query($sql);
$row= mysql_fetch_row($query);

if(empty($row[0]))
{

echo “Connect”;
}
?>

Penjelasan

$server = ‘localhost’;

Alamat server local yang kita punya

$user= ‘root’;

nama user db kita

$pass = ”;

password yang kita gunakan

$nama_db = ‘php’;

nama tabel yang kita buat

$sql = ‘select * from konek’;

Mendeklarasikan variabel dengan nama query d

$query = mysql_query($sql);

membuat variabel query dan memasukkan variabel sql ke mysql_query

$row= mysql_fetch_row($query);

memasukkan query ke mysql_fetch_row

referensi :
http://muslimpribadi.wordpress.com/2011/04/05/belajar-php-bagian-2-membuat-halaman-registrasi-pada-buku-tamu/

(php)Fundamental – Basic part 1

Dalam sebuah pemograman kalau belum mengenal apa yang namanya Fundamental, belum bisa mencapai ke titik puncak yang akan kita dapatkan, karena pada sebuah keinginan pasti berawal dari yang kecil hingga akan menuju pencapaian dan pencapaian itu di lakukan dengan keikhlasan dan proses yang panjang, bila ke inginan itu di lakukan langsung menuju titik puncak dan Fundamental tidak paham, sama saja di orang yang rugi mengapa ? karena di langsung melewati kodrat yang seharus nya di tahapan pertama di langsung ke tahapan yang lebih tinggi, dan itu juga di katakan sama saja dengan kita mengisi air di dalam kaleng yang bocor.

Variabel

Didalam sebuah variabel php, ada sedikit perbedaan dalam pendeklarasian seperti pemograman lainnya, kalau pemograman lainya kita harus menginstansikan nama Tipe datanya apakah dia sebagai String,Integer,Long atau yang lainnya, di php kita tidak menggunkan instansi Tipe data.

<?php
$txt="Hello World!";
$x=27;
?>
<?
$a=1;
echo “\$a=1 dan bertipe integer”;
$a=1 + 1.0;
echo “\$a=2 dan bertipe double”;
//Contoh diatas menunjukkan bahwa type data
//pada PHP dapat berubah seketika tanpa perlu
//proses konversi.
?>

comment

<?php

echo "Belajar Komentar" 
//diatas merupakan baris menampilkan

//diatas merupakan baris komentar 

?>

Percabangan If- Else

<html>
<body>

<?php
$d=date("D");
if ($d=="Fri") echo "Have a nice weekend!";
?>

</body>
</html>
<html>
<body>

<?php
$d=date("D");
if ($d=="Fri")
  echo "Have a nice weekend!";
else
  echo "Have a nice day!";
?>

</body>
</html>

Percabangan Switch

<html>
<body>

<?php
switch ($x)
{
case 1:
  echo "Number 1";
  break;
case 2:
  echo "Number 2";
  break;
case 3:
  echo "Number 3";
  break;
default:
  echo "No number between 1 and 3";
}
?>

</body>
</html>

Perulangan For

<?php

$a=10;
$b=4;

function pangkat($a,$b){
$c = 1;
for($i=1; $i<=$b; $i++){
$c    = $c * $a;
}
echo "$c";
}

echo pangkat($a,$b);
?>


Perulangan Do-While

<html>
<body>
<?php
$i=1;
do
  {
  $i++;
  echo "The number is " . $i . "<br />";
  }
while ($i<=5);
?>
</body>
</html>

Perulangan While

<html>
<body>

<?php
$i=1;
while($i<=5)
  {
  echo "The number is " . $i . "<br />";
  $i++;
  }
?>

</body>
</html>

Function

<html>
<body>

<?php
function writeName()
{
echo "Kai Jim Refsnes";
}

echo "My name is ";
writeName();
?>

</body>
</html>
<html>
<body>

<?php
function writeName($fname)
{
echo $fname . " Refsnes.<br />";
}

echo "My name is ";
writeName("Kai Jim");
echo "My sister's name is ";
writeName("Hege");
echo "My brother's name is ";
writeName("Stale");
?>

</body>
</html>

Form

<html>
<body>

<form action="welcome.php" method="post">
Name: <input type="text" name="fname" />
Age: <input type="text" name="age" />
<input type="submit" />
</form>

</body>
</html>

Latihan

Untuk Latihan kali ini kita akan membuat pangkat menggunakan perulangan, padahal pada sebuah fucntion dalam php sudah di sertakan untuk mencari pangkat menggunakan pow.

<?
$a=10;
$b=4;

function pangkat($a,$b){
for ($i=1; $i>$b; $i++)
  {
	$c=$a*$a;
  }
}

$c = pangkat ($a,$b);

echo "nilai Pangkat $c";


?>

referensi :
w3schools

(php)Introduction

PHP: Hypertext Preprocessor[1] adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML.[2][3] PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.(wikipedia)

What is PHP?

PHP stands for PHP: Hypertext Preprocessor
PHP is a server-side scripting language, like ASP
PHP scripts are executed on the server
PHP supports many databases (MySQL, Informix, Oracle, Sybase, Solid, PostgreSQL, Generic ODBC, etc.)
PHP is an open source software
PHP is free to download and use
What is a PHP File?

PHP files can contain text, HTML tags and scripts
PHP files are returned to the browser as plain HTML
PHP files have a file extension of “.php”, “.php3”, or “.phtml”
What is MySQL?

MySQL is a database server
MySQL is ideal for both small and large applications
MySQL supports standard SQL
MySQL compiles on a number of platforms
MySQL is free to download and use
PHP + MySQL

PHP combined with MySQL are cross-platform (you can develop in Windows and serve on a Unix platform)
Why PHP?

PHP runs on different platforms (Windows, Linux, Unix, etc.)
PHP is compatible with almost all servers used today (Apache, IIS, etc.)
PHP is FREE to download from the official PHP resource: http://www.php.net
PHP is easy to learn and runs efficiently on the server side
Where to Start?

To get access to a web server with PHP support, you can:

Install Apache (or IIS) on your own server, install PHP, and MySQL
Or find a web hosting plan with PHP and MySQL support

w3schools

Kalau menurut saya php merupakan bahasa berbasis open source dan sangat banyak pengembang yang mengembangakan nya , tapi untuk presentase web server programming yang di gunakan masih kalah performa nya dengan bahasa asp atau pun asp.net kata dosen saya di kampus, masih banya bahasa yang support untuk bahasa web server yang mendukung.

Kenapa Memilih PHP ..?
– Life Cycle singkat, membuat PHP selalu up-to-date
– Cross Platform, PHP dapat dipakai dihampir semua web server (Sistem pengoperasian: UNIX, Windows 98, Windows NT dan Macintosh).
– Mendukung banyak paket Database
– Open source & gratis
– Mudah ditulis dan dilaksanakan
– Dapat diguna dalam pelbagai pelayan web: Apache, PWS, IIS dll.
– Bahasa bersifat embedded (boleh diselipkan dalam tag HTML).
– Mirip bahasa C dan Perl

Penulisan code untuk php :


<html>
<body>

<?php
echo "Hello World";
?>

</body>
</html>

Referensi :
wikipedia
w3schools