BroadcastReceiver

Sedikit memberi pengalaman dalam beberapa pembaca, saya sering sekali yang namanya membaca ebook luar seperti ebook Android Beggginer dan sebagainya yang pastinya berbahasa inggris, ini sering sekali saya alami pada pengelolahan kata dan pengartian defenisi dalam sebuah kalimat, sehingga point tertentu sering kita dapatkan, BroadcastReceiver merupakan suatu deklarasi global dimana ada dua suku kata, yang pertama Broadcast yang mengartikan seluruh data di sebarkan dan dapat di gunakan di fungsi lain atau class lain, sedangkan Receiver merupakan penerima. jadi dengan itu kita paham apa itu BroadcasReceiver…. ini merupakan pengalam saya, karena mungkin dari beberapa teman – teman yang sering membaca buku bahasa inggris pasti sering mengalami apa yang saya alami, di bawah ini merupakan contoh dimana deklarasi itu dikatakan BroadcastReveicer…
2

Catatan : Dalam memberikan point – point tertentu dalam sebuah kasus sangatlah harus mengerti beberapa arti suku kata tersebut

Referensi : Buku Manning Android in Action 3rd

ContenProvider

Jika aplikasi mengelola data dan kebutuhan untuk mengekspos bahwa data ke aplikasi lain berjalan di lingkungan Android, Anda harus mempertimbangkan ContentProvider. Jika komponen aplikasi (Activity, Service, atau BroadcastReceiver) kebutuhan untuk mengakses data dari aplikasi lain, komponen mengakses aplikasi lainnya ContentProvider. The ContentProvider menerapkan satu set standar metode untuk memungkinkan aplikasi untuk mengakses menyimpan data. Akses mungkin untuk membaca atau menulis operasi, atau untuk keduanya. Sebuah ContentProvider dapat menyediakan data untuk Kegiatan atau Layanan dalam aplikasi yang mengandung sama, serta ke Activity atau Layanan terkandung
dalam aplikasi lain. Sebuah ContentProvider dapat menggunakan bentuk data-mekanisme penyimpanan yang tersedia pada Platform Android, termasuk file, database SQLite, atau bahkan hash memori berbasis peta jika data ketekunan tidak diperlukan. The ContentProvider adalah lapisan data yang menyediakan
Data abstraksi untuk klien dan penyimpanan sentralisasi dan rutinitas pengambilan dalam tunggal tempat. Berbagi file atau database secara langsung tidak disarankan pada platform Android, dan ditegakkan oleh sistem keamanan Linux yang mendasari, yang mencegah ad hoc akses file dari satu ruang aplikasi yang lain tanpa izin eksplisit diberikan. Data yang tersimpan dalam ContentProvider dapat data tradisional jenis, seperti bilangan bulat dan
string. Penyedia konten juga dapat mengelola data biner, seperti data citra. ketika Data biner diambil, praktek terbaik yang disarankan adalah untuk mengembalikan string yang mewakili nama file yang berisi data biner. Jika nama file dikembalikan sebagai bagian dari ContentProvider permintaan, aplikasi tidak harus mengakses file secara langsung, Anda harus
Capture

menggunakan kelas pembantu, metode openInputStream ContentResolver, untuk mengakses Data biner. Pendekatan ini menavigasi proses Linux dan rintangan keamanan, serta membuat semua akses data normal melalui ContentProvider. Gambar 1,5 garis hubungan antara ContentProviders, menyimpan data, dan klien mereka. Data Sebuah ContentProvider yang diakses oleh sebuah aplikasi Android melalui suatu Konten URI. Sebuah ContentProvider mendefinisikan URI ini sebagai final String public static. untuk Sebagai contoh, aplikasi mungkin memiliki menyimpan data mengelola lembar data keamanan bahan. URI Konten untuk ContentProvider ini mungkin terlihat seperti ini: Uri public static final CONTENT_URI = Uri.parse (“konten :/ / com.msi.manning.provider.unlockingandroid / lembar data”); Dari titik ini, mengakses ContentProvider mirip dengan menggunakan Structured Query Language (SQL) di platform lain, meskipun pernyataan SQL lengkap tidak dipekerjakan. Sebuah permintaan yang disampaikan kepada ContentProvider, termasuk kolom
diinginkan dan opsional mana dan Order By klausa. Mirip dengan query parameter dalam SQL tradisional, substitusi parameter juga didukung ketika bekerja dengan ContentProvider kelas. Di mana hasil dari query pergi? Dalam kelas kursor, alami. Kami akan memberikan contoh ContentProvider rinci dalam bab 5.

CATATAN Dalam banyak hal, ContentProvider bertindak seperti server database.
Meskipun aplikasi bisa berisi hanya ContentProvider dan esensi menjadi server database, ContentProvider biasanya komponen dari Android aplikasi yang lebih besar yang host setidaknya satu Kegiatan, Layanan, atau BroadcastReceiver.

Referensi : Buku Manning . Android ic Action 3rd

Mengenal Object Model DOM (Document Object Model)

Document Object Model (DOM) adalah object model standar untuk HTML dan XML yang bersifat platform independent. Sebuah web browser tidak harus menggunakan DOM untuk menampilkan dokumen HTML. Namun DOM diperlukan oleh JavaScript yang akan mengubah tampilan sebuah website secara dinamis. Dengan kata lain, DOM adalah cara JavaScript melihat suatu halaman HTML.
W3C mulai mengembangkan DOM pada awal 1990-an. Pada bulan Oktober 1998, DOM 1 diluncurkan. Spesifikasi DOM W3C terbagi menjadi beberapa tingkat. Sebuah halaman yang mendukung suatu level harus menerapkan semua persyaratan level tersebut dan di bawahnya.
Sebelum ada standar DOM dari W3C, masing-masing web browser memiliki DOM sendiri. Akibatnya, bila suatu website ingin ditampilkan secara cross-browser compatible, ia harus dirancang untuk setiap web browser yang akan didukung. DOM standar mempermudah pengembangan aplikasi web. (http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model)

DOM Sering di gunakan pada sebuah web ataupun app yang berjalan di atas web, karena dom merupakan suatu object model yang dapat memudahkan pengguna dalam meletakkan object itu, Prinsipnya sebuah Mamalia yang sudah di tempatkan secara masing masing tempat yang berbeda, DOM di gunakan Untuk memanipulasi dokumen dengan DOM, suatu parser akan membentuk representasi logik dari bagian isi dokumen XML dalam bentuk struktur pohon. DOM tidak menjelaskan bagaimana melakukan parsing terhadap dokumen, pembuatan dokumen baru ataupun melakukan serialisasi terhadap dokumen. Hal ini dikarenakan DOM adalah spesifikasi yang bebas bahasa. Untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut dibutuhkan DOM parser yang diimplementasikan kedalam berbagai bahasa pemrograman tertentu seperti C, C++, atau Java. Beberapa contoh DOM parser adalah Apache Xerces, Crimson, Oracle XML Parser for Java atau MsXML.

Activitas pengembangan DOM di W3C sudah ditutup sejak tahun 2004 dengan lengkapnya pengembangan DOM Level 3 Recommendations. Tapi saat ini W3C Web Applications Working Group sudah mulai bergerak untuk melakukan revisi. Jika tertari, diskusinya bisa diikuti di public-webapps@w3.org atau www-dom@w3.org mailing lists.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Document_Object_Model
http://yaniwid.wordpress.com/2009/04/01/document-object-model-dom/

XML vs JSON

XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar sistem yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText Markup Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet.

XML, merupakan standar format dari struktur berkas (file).
XSL, merupakan standar untuk memodifikasi data yang diimpor atau diekspor.
XSD, merupakan standar yang mendefinisikan struktur database dalam XML.

Keunggulan XML bisa diringkas sebagai berikut :
– Pintar (Intelligence). XML dapat menangani berbagai tingkat (level) kompleksitas.
– Dapat beradaptasi. Dapat mengadaptasi untuk membuat bahasa sendiri. Seperti Microsoft membuat bahasa MSXML atau Macromedia mengembangkan MXML.
– Mudah pemeliharaannya.
– Sederhana. XML lebih sederhana.
– Mudah dipindah-pindahkan (Portability). XML mempunyai kemudahan perpindahan (portabilitas) yang lebih bagus.

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:orientation="horizontal">  
    <LinearLayout
        xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:orientation="vertical">

        <TextView
            android:id="@+id/tanggal"
            android:layout_width="fill_parent"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#dc6800"
            android:textSize="18sp"
            android:textStyle="bold"
            android:paddingTop="6dip"
            android:paddingBottom="2dip" />
            
        <TextView
            android:id="@+id/jam"
            android:layout_width="fill_parent"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac"
            android:paddingBottom="2dip">
        </TextView>

        <TextView
            android:id="@+id/lintang"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#5d5d5d"
            android:gravity="left"
            android:textStyle="bold"
            android:text="Cost: " >
        </TextView>

        <TextView
            android:id="@+id/bujur"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#5d5d5d"
            android:gravity="left"
            android:textStyle="bold"
            android:text="Cost: " >
        </TextView>
        
        <TextView
            android:id="@+id/kekuatan"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac" 
            android:textStyle="bold"
            android:gravity="left">
        </TextView>
        
        <TextView
            android:id="@+id/kedalaman"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac" 
            android:textStyle="bold"
            android:gravity="left">
        </TextView>
        
        <TextView
            android:id="@+id/wilayah"
            android:layout_width="wrap_content"
            android:layout_height="wrap_content"
            android:textColor="#acacac" 
            android:textStyle="bold"
            android:gravity="left">
        </TextView>
        
    </LinearLayout>

</LinearLayout>

JSON (dilafalkan “Jason”), singkatan dari JavaScript Object Notation (bahasa Indonesia: notasi objek JavaScript), adalah suatu format ringkas pertukaran data komputer. Formatnya berbasis teks dan terbaca-manusia serta digunakan untuk merepresentasikan struktur data sederhana dan larik asosiatif (disebut objek). Format JSON sering digunakan untuk mentransmisikan data terstruktur melalui suatu koneksi jaringan pada suatu proses yang disebut serialisasi. Aplikasi utamanya adalah pada pemrograman aplikasi web AJAX dengan berperan sebagai alternatif terhadap penggunaan tradisional format XML.
Walaupun JSON didasarkan pada subset bahasa pemrograman JavaScript (secara spesifik, edisi ketiga standar ECMA-262, Desember 1999 [1]) dan umumnya digunakan dengan bahasa tersebut, JSON dianggap sebagai format data yang tak tergantung pada suatu bahasa. Kode untuk pengolahan dan pembuatan data JSON telah tersedia untuk banyak jenis bahasa pemrograman. Situs json.org menyediakan daftar komprehensif pengikatan JSON yang tersedia, disusun menurut bahasa.
Format JSON dispesifikasikan di RFC 4627 oleh Douglas Crockford. Tipe media Internet resmi JSON adalah application/json sedangkan ekstensi berkasnya adalah .json.
Pada Desember 2005, Yahoo! mulai menawarkan opsi format JSON untuk layanan webnya [2]. Google mulai menyediakan umpan JSON untuk protokol web GData-nya pada Desember 2006

<html>
<head>
<title>JSON testing - adiputra</title>
<script type='text/javascript'>
    var JSON_adi = {nama:’adiputra’};
    document.write (JSON_adi.nama);
</script>
</head>
<body>
</body>
</html>

Kenapa xml yang banyak di gunakan dari pada JSON..?

referensi :

http://wikipedia.com

(DB) Instalasi Oracle-xe di linux

1. Download oracle-xe di sini

2. Setelah di download letakkan oracle-xe_10.2.0.1-1.0_i386.deb di directori

ex : /home/aerdy/

3. Buka terminal

#sudo dpkg -i oracle-xe_10.2.0.1-1.0_i386.deb

4. Setelah Instalasi selesai sql oracle belum bisa di eksekusi ,karena configurasi nya belum selesai di lakukan, kita akan mensetting password default .

user : system password : configurasi sekarang

#sudo sh

#/etc/init.d/oracle-xe configure

Tampilan configurasi bila succsess

aplikasi-oraclexe-run sql line

System Information Bank(Example Oracle Data_base)

Analysis

A client came and wanted to save his money in a private bank that is BCA, when customers come in and be examined by bank employees. Every customer who will save the customer will be asked no.rekening tersebut.sehingga no.rekening as the main goal to be able to save. And employees of registering / searching no.rekening it, after and in the can. Employees directly ask how much customers will save money.

Create Table

SQL> create table data_bank( 
  2  kode_unit number(10) not null primary key, 
  3  nama_bank varchar2(6), 
  4  alamat varchar2(10),
  5  cabang varchar2(5),
  6  keterangan varchar2(10)
  7 );

SQL> create table data_nasabah( 
  2  no_rekening number(10) not null primary key, 
  3  nama varchar2(5), 
  4  alamat varchar2(10),
  5  ktp number(5),
  6  jenis_kelamin char(10)
  7 );

SQL> create table data_peminjaman( 
  2  no_rekening number(10) ,
  3  tanggal date, 
  4  tanggal_akhir date,
  5  jumlah_pinjaman number(8),
  6  jumlah_bulanan number(8)
  7 );

SQL> create table data_tabungan( 
  2  no_rekening number(10) ,
  3  password number(2), 
  4  tanggal date,
  5  jumlah_tabungan number(6),
  6  keterangan varchar2(5)
  7 );

SQL> create table data_master( 
  2  no_rekening number(10), 
  3  kode_unit number(10) 
  4 jumlah_tabungan number(8),
  5 sisa_peminjaman number(8)
  4  );

<pre> 

Relation

SQL> alter table data_peminjaman add constraint nasabah_peminjaman foreign key (no_rekening) references data_nasabah (no_rekening)

SQL> alter table data_tabungan add constraint nasabah_tabungan foreign key (no_rekening) references data_nasabah (no_rekening); 

SQL> alter table data_master add constraint master_nasabah foreign key (no_rekening) references data_nasabah (no_rekening); 
<pre> 

SQL> alter table data_master add constraint master_bank foreign key (kode_unit) references data_bank (kode_unit);
<pre> 

Insert Table

Insert table Data_bank

SQL> insert into data_bank 2 values ('100','bri','jl.janti','jogja',''); SQL> insert into data_bank 2 values ('200','bni','jl.condong','solo',''); SQL> insert into data_bank 2 values('300','bca','jl.jos','klaten',''); SQL> insert into data_bank 2 values('400','syariah','jl.eki','surabaya',''); SQL> insert into data_bank 2 values('500','demokrat','jl.dede','jakarta','');

insert table data_nasabah

SQL> insert into data_nasabah 2 values('001','dede','jogja','201','l'); SQL> insert into data_nasabah 2 values('002','ardi','solo','234','l'); SQL> insert into data_nasabah 2 values('003','putri','klaten','345','p'); SQL> insert into data_nasabah 2 values('004','nia','jakarta','455','l'); SQL> insert into data_nasabah 2 values('005','anggi','surabaya','4677','l');

Insert table data_peminjaman

SQL> insert into data_peminjaman 2 values('001','02-jun-1992','02-jul-1993','3000','100'); SQL> insert into data_peminjaman 2 values('002','30-may-2010','30-jun-2010','4000','200'); SQL> insert into data_peminjaman 2 values('003','20-mar-2011','20-apr-2011','4000','300'); SQL> insert into data_peminjaman 2 values('004','19-sep-2012','19-oct-2012','7000','400'); SQL> insert into data_peminjaman 2 values('005','11-feb-2010','11-mar-2010','5000','100');

Insert table data_tabungan

SQL> insert into data_tabungan 2 values('001','1','30-dec-2010','10000','tb01'); SQL> insert into data_tabungan 2 values('002','3','12-jan-2010','20000','tb56'); SQL> insert into data_tabungan 2 values('003','6','22-jun-2011','30000','fd6'); SQL> insert into data_tabungan 2 values('004','7','11-feb-2009','40000','dfdg'); SQL> insert into data_tabungan 2 values('005','9','21-nov-2010','50000','03df');

Insert Tabel Data_master

SQL> insert into data_master 2 values ('002','200','','',''); SQL> insert into data_master 2 values ('001','100','','',''); <pre>

Display All Table

SQL> select *from data_nasabah,data_tabungan where data_nasabah.no_rekening=data_tabungan.no_rekening;

SQL>Select *from data_nasabah,data_tabungan,data_peminjaman,data_bank where
data_nasabah.no_rekening=data_tabungan.no_rekening and data_nasabah.no_rekening=data_peminjaman.no_rekening.

<pre> 

imagination more important than knowledge

Download File pdf pdf pdf